Friday, July 30, 2021
Home Nasional Inilah Hasil Survei Terbaru FSI Terkait Pilkada DKI Putaran Dua

Inilah Hasil Survei Terbaru FSI Terkait Pilkada DKI Putaran Dua

Pertarungan final Pilkada DKI Jakarta putaran kedua semakin menarik perhatian masyarakat dan elit politik nasional yang terbelah. Hal ini pun memantik hasrat lembaga survei Focus Survey Indonesia (FSI) untuk melakukan penelitian terhadap opini masyarakat Jakarta, terkait kedua calon kepala daerah yang akan bertanding di babak final Pilkada DKI.

“Kami telah melakukan survei opini publik masyarakat Jakarta terkait dengan faktor popularitas, akseptabilitas, kapabilitas, dan elektabilitas kedua calon kepala daerah Jakarta,” ujar Direktur Eksekutif FSI) Budi Dewantara, di Jakarta, Kamis (13/4).

Budi menjelaskan bahwa survei ini dilakukan mulai tanggal 3 April sampai tanggal 11 April dengan menggunakan jumlah responden sebanyak 2.178 warga Jakarta yang diambil dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 7,2 juta pada Pilkada Jakarta putaran kedua.

 

“Survei ini mengunakan teknik multistage random sampling dari populasi masyarakat Jakarta yang tercantum pada Daftar Pemilih Tetap proporsional atas populasi Kotamadya dan gender dengan tingkat margin of error sebesar +/- 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 %, dan survei ini didanai secara mandiri oleh Focus Survei Indonesia,” jelasnya.

Budi mengatakan, dari survei yang dilakukan pihaknya, didapati bahwa 69,3 persen dari responden menggunakan hak pilihnya pada pilkada DKI Jakarta putaran pertama dan 30,7 persen tidak memberikan haknya dengan alasan tidak punya waktu, tidak peduli dan tidak di Jakarta saat hari pencoblosan. Namun, ketika responden ditanyakan apakah akan memberikan hak pilih pada Pilkada DKI putaran kedua, didapati 78,7 persen akan memberikan hak pilihnya di TPS pada tanggal 19 April nanti.

“Ini menunjukan kalau emosi kelompok pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat serta pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, dinilai tidak mampu dijadikan sebagai energi positif dalam meningkatkan partisipasi pemilih di putaran kedua Pilkada DKI. Dimana hanya meningkat partisipasi sebanyak 1,2 persen dibandingkan putaran pertama yang hanya 77,5 persen,” ungkapnya.

Sedangkan untuk tingkat popularitas, 98,3 persen masyarakat Jakarta sangat mengenal pasangan Basuki-Djarot, sedangkan tingkat popularitas pasangan Anies-Sandi hanya sebesar 90,2 persen.

“Hal ini lumrah karena Basuki Tjahaja Purnama merupakan tokoh yang fenomenal dan memancing banyak pemberitaan di media massa. Tingkat popularitas kedua paslon menunjukan ada ikatan emosional antara pemilih dengan kedua paslon itu. Hal ini disebabkan kedua paslon rajin menjual nama dan prestasinya kepada masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, untuk tingkat akseptabilitas (penerimaan), responden menilai cocok tidaknya kedua paslon jadi kepala daerah Jakarta. Dalam hal ini banyak aspek yang dinilai. Diantaranya, kata Budi, adalah kualitas, kompetensi, integritas, profesionalitas, personalitas, perilaku, prestasi, reputasi, kepemimpinan, visi dan lain-lain. Proses penilaian ini melahirkan akseptabilitas pemilih terhadap kedua paslon.

“Dalam survei menunjukan pasangan Basuki Tjahaja-Djarot Saiful Hidayat memiliki tingkat akseptabilitas sebesar 79,3 persen, sementara pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno hanya memiliki tingkat akseptabilitas sebesar 59,1 persen. Dari tingkat akseptabilitas menunjukan kalau masyarakat menilai Basuki-Djarot lebih punya pengalaman dalam memimpin sebuah daerah dibandingkan Anies-Sandi,” paparnya.

Untuk tingkat kapabilitas sendiri kata Budi, kedua pasangan masyarakat Jakarta menilai Basuki-Djarot memiliki tingkat kapabilitas sebagai pemimpin Jakarta sebesar 85,7 persen. Dari jawaban survei masyarakat Jakarta menilai sudah banyak hasil pembangunan di Jakarta yang dilakukan oleh Basuki-Djarot selama ini dibandingkan dengan era Fauzi Bowo. Sementara, tingkat kapabilitas pasangan Anies-Sandiaga dinilai oleh masyarakat Jakarta hanya 41,4 persen untuk memimpin Jakarta.

“Ini menunjukan nilai realitas kalau 58,6 persen masyarakat Jakarta meragukan kapabilitas Anies Baswedan-Sandiaga, sekali pun Anies pernah menjadi menteri pendidikan,” tegasnya.

Budi menambahkan, dalam hasil survei itu 79,3 persen warga DKI mengetahui adanya Pilkada DKI Jakarta. Yang menarik, Kata Budi, ketika masyarakat Jakarta ditanyakan akan memilih siapa diantara kedua paslon, mereka memilih Basuki-Djarot.

“Dari jawaban survei didapati 48,2 persen akan memilih pasangan Basuki-Djarot, sedangkan 41,4 persen akan memilih Anies-Sandiaga, sedangkan yang belum menentukan pilihan 10,4 persen,” pungkas Budi.

@jitunews http://jitunews.com/read/56781/inilah-hasil-survei-terbaru-fsi-terkait-pilkada-dki-putaran-dua#ixzz4e6TuMy4C

Most Popular

Recent Comments