Saturday, October 16, 2021
Home Nasional Intruksi Mentan, Bulog Harus Serap Gabah Petani Sebesar-Besarnya Sesuai HPP

Intruksi Mentan, Bulog Harus Serap Gabah Petani Sebesar-Besarnya Sesuai HPP

Dalam acara Panen Raya Padi dan Serap Gabah yang diikuti seluruh petani se-Kabupaten Kebumen di Desa Tanjungsari Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/3) kemarin, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, berharap, Bulog dapat menyerap gabah kering petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp 3.700 per kg.

“Saya harap Bulog dapat menyerap gabah kering petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni Rp 3.700 per kg,” tutur Amran.

Dikatakan Amran, percepatan serap gabah kering petani sendiri merupakan instruksi Presiden Joko Widodo sesuai dengan Perpres No.20/2017, yang ditindak lanjutinya dengan mengeluarkan Permentan No.3/2017 tentang pedoman pembelian harga gabah dan beras petani.

 

Menurut Amran, Kabupaten Kebumen dapat menghasilkan 100 ribu ton beras pada tahun ini, karenanya semua daerah dituntut memajukan ketahanan pangan nasional sesuai instruksi Presiden yang menargetkan Indonesia harus bisa mengekspor dan menghasilkan empat juta ton beras tahun ini.

“Saya mengajak dan memberi motivasi kepada para petani yang hadir, mari kita sama-sama bekerja keras guna merealisasikan instruksi Presiden RI yang menargetkan empat juta ton beras tahun ini dan Indonesia bisa ekspor beras ke luar negeri,” ujarnya.

Amran juga mengatakan bahwa guna terwujudnya upaya menyerap gabah petani minimal empat juta ton dalam waktu enam bulan, maka diperlukan kerja sama dan koordinasi yang dilandasi dengan semangat untuk kesejahteraan petani.

Lebih lanjut, Amran menyampaikan bahwa hasil panen tahun ini secara keseluruhan di Tanah air meningkat, sehingga Indonesia tidak impor beras bahkan bisa melakukan ekspor ke negara lain.

“Ini merupakan kontribusi yang sangat baik antara Departemen Pertanian, Perdagangan, Bulog, TNI, sehingga hasilnya luar biasa dan dapat di nikmati seluruh rakyat,” ungkapnya.

“Kami terus turun ke lapangan dari Jawa Tengah kembali lagi ke Jakarta. Kemudian ke Kalimantan dan ke timur wilayah Sumatera berkeliling selama dua bulan untuk menyelesaikan permasalahan penyerapan panen di lapangan agar hasilnya maksimal,” sambung Amran.

Ia pun lantas menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan para petani rugi dengan mengeluarkan  program asuransi pertanian dengan nilai ganti rugi Rp 6 juta per hektar.

“Dengan adanya asuransi, petani mendapat jaminan kepastian penggantian biaya produksi, apabila terjadi gagal panen. Selama ini jika terjadi kegagalan panen yang menanggung kerugian adalah petani, baik yang disebabkan ledakan hama penyakit, bencana alam maupun cuaca,” tandasnya.

@jitunews http://www.jitunews.com/read/54626/intruksi-mentan-bulog-harus-serap-gabah-petani-sebesar-besarnya-sesuai-hpp#ixzz4atfkBHgL

Most Popular

Recent Comments