Friday, September 24, 2021
Home Dunia Israel Kalah, UNESCO Tetapkan Hebron Milik Palestina

Israel Kalah, UNESCO Tetapkan Hebron Milik Palestina

Pihak Israel murka terhadap Organisasi Kebudayaan PBB (UNESCO) yang mendeklarasikan Hebron sebagai kota yang kaya akan nilai sejarah. Mengapa Israel marah?

Unesco baru-baru ini menetapkan bahwa kota kuno di Tepi Barat itu sebagai ‘Situs Warisan Dunia Palestina dalam Bahaya’ pada, Jumat 7 Juli 2017. Mengetahui hal itu, Israel langsung marah sejadi-jadinya seperti yang dikabarkan oleh Reuters.

Kemarahan Israel itu lebih dipengaruhi atas putusan UNESCO yang menjadikan Hebron dan dua tempat suci yang berdekatan, yakni makam kuno Yahudi dan masjid Al-Haram Al-Ibrahimi, sebagai bagian milik Palestina. Putusan UNESCO itu diambil dalam pertemuan di Krakow, Polandia.

Sebagai orang nomor satu di Israel, Benjamin Netanyahu mengkalim keputusan UNESCO itu sesungguhnya bertentangan dengan kenyataan sebenarnya. Untuk itu, Netanyahu berjanji bakal habis-habisan mempertahankan wilayah yang diklaim miliknya.

“Terus menjaga gua Makhpela, untuk menjamin kebebasan beragama bagi siapapun dan menjaga kebenaran,” demikian ucapnya.

Di sisi lain, Menlu Palestina Reyad Al Maliki menegaskan keputusan UNESCO itu adalah bentuk perjuangan dilomatik negerinya di segala bidang guna mengahadapi tekanan Israel dan AS atas negara-negara anggota UNESCO.

“Bukti dari keberhasilan perjuangan diplomatik Palestina yang dilancarkan di semua bidang dalam menghadapi tekanan Israel dan AS atas negara-negara anggota (UNESCO),” ucap Reyad Al Maliki.

Hebron adalah kota Palestina terbesar di Tepi Barat yang diduduki dengan populasi sekitar 200.000 orang.

Sekitar 1.000 pemukim Israel tinggal di jantung kota dan selama bertahun-tahun telah menjadi tempat perselisihan agama antara Muslim dan Yahudi.

Orang-orang Yahudi percaya bahwa Gua Para Leluhur (Cave of the Patriarchs) adalah tempat Abraham (Ibrahim), Ishak, dan Yakub dan istri mereka dikuburkan.

Gua Para Leluhur itu lebih dikenal dengan Gua Makhpela, yang berada di kompleks yang disebut oleh orang Muslim sebagai Al-Haram Al-Ibrahimi, juga dikenal sebagai Tempat Suci Abraham, pada abad ke-14.

Tempat ini merupakan tempat yang dianggap suci dan menjadi situs keagamaan yang penting di Tepi Barat bagi orang Yahudi, Kristen, dan Islam.

Tempat itu begitu penting dari sudut keagamaan dan juga bagi para pemukim Israel itu yang bertekad ingin memperluas kehadiran Yahudi di sana.

Tinggal di jantung kota itu, mereka memerlukan keamanan ketat dengan sebanyak 800 tentara Israel melindungi mereka.

“Hanya dengan kehadiran Israel, seperti di Hebron, kebebasan beribadah dijamin bagi siapaun. Di manapun di wilayah Timur Tengah, masjid-masjid, gereja-gereja dan sinagog-sinagog diledakkan (tempat-tempat dimana Israel tidak hadir).”

 

Sumber : Israel Kalah, UNESCO Tetapkan Hebron Milik Palestina
Israel Kalah, UNESCO Tetapkan Hebron Milik Palestina
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments