Sunday, October 24, 2021
Home Nasional Jadi Saksi Ahli Partai Republik, Eks Ketua Bawaslu: Perubahan PKPU Rugikan Parpol

Jadi Saksi Ahli Partai Republik, Eks Ketua Bawaslu: Perubahan PKPU Rugikan Parpol

Partai Republik menjalani sidang gugatan terhadap Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI), di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli, saksi fakta dan penyerahan bukti.

Dalam persidangan, mantan Ketua Bawaslu Bambang Eka Cahya menyebutkan, dalam proses administrasi dengan verifikasi ada persoalan yang berbeda. Hal itu dikarenakan perubahan PKPU No 11 tahun 2017 menjadi PKPU No 6 tahun 2018 telah mengubah mekanisme dari penelitian administrasi dan verfak menjadi satu kesatuan, sehingga terjadi perubahan landscape hukum. Sehingga KPU memaksakan peraturan tersebut dan merugikan partai politik yang sebelumnya dinyatakan tidak lolos administrasi.

“Pada intinya, seluruh partai politik harus mendapatkan perlakuan yang sama, UU No 27 tahun 2017 pasal 2 ayat 1 itu ada frasa telah ditetapkan atau lolos verifikasi, jadi kata-kata telah ditetapkan itu tidak memiliki kekuatan hukum karena telah dibatalkan oleh MK, perubahan ini yang menurut saya sangat mendasar,” ujar Bambang, Senin (2/4).

Lanjut Bambang, karena telah dihilangkan frasa tersebut maka parpol seharusnya dinyatakan lolos setelah verifikasi bukan penelitian administrasi.

Sedangkan Saksi Ahli Saut Panjaitan mengatakan, Surat Keputusan KPU RI Nomor 58, menurut perspektif hukum sebenarnya cacat formal, antara judul dengan dictum.

“Cacat substansial dalam dictum ketiga oleh karena itu ini bertentangan dengan asas prinsip dan asas kecermatan. Kemudian akibatnya secara substansial bertentangan dengan UU 7 tahun 2017,” kata Saut.

 

 

 

 

Sumber : Jadi Saksi Ahli Partai Republik, Eks Ketua Bawaslu: Perubahan PKPU Rugikan Parpol
Jadi Saksi Ahli Partai Republik, Eks Ketua Bawaslu: Perubahan PKPU Rugikan Parpol
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments