Wednesday, July 28, 2021
Home Nasional Jakarta Dilanda Banjir, Pengamat: Segera Naturalisasi Sungai, Bukan Normalisasi

Jakarta Dilanda Banjir, Pengamat: Segera Naturalisasi Sungai, Bukan Normalisasi

Jakarta tengah dikepung banjir. Warga di sejumlah titik bahkan telah mengungsi akibat banjir yang menggenangi tempat tinggal mereka. Berbagai pihak lantas menuntut solusi tepat dan cepat dari pemerintah provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Banjir di Jakarta memang bukan perkara baru. Namun itu tidak berarti nihil solusi untuk persoalan banjir di Jakarta. Menurut Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, salah satu solusi untuk mencegah terjadinya banjir di Jakarta adalah dengan naturalisasi sungai.

Konsep naturalisasi sungai, menurut Nirwono, sangat berbeda dengan konsep normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah selama ini. Sungai Ciliwung, misalnya. Nirwono menjelaskan naturalisasi Ciliwung merupakan cara yang paling efektif untuk menyerap air ketika hujan dan mencegah terjadinya kekeringan saat musim kemarau.

“Konsep normalisasi yang ada selama ini tidaklah tepat, karena mengubah daerah di pinggiran Sungai Ciliwung menjadi hutan beton yang mematikan ekosistem di sepanjang sungai,” kata Nirwono, Selasa (6/2).

Nirwono juga menyoroti langkah pemerintah yang selama ini berupaya membuang air ke laut. Menurut dia, langkah itu keliru.

“Kalau naturalisasi itu mengembalikan bentuk sungai secara alami. Ini dapat dilakukan dengan mengeruk sungai dan memperdalam serta memperlebar sungai. Sehingga kapasitas sungai menjadi besar,” ungkapnya.

Nirwono menambahkan, naturalisasi sungai juga dilakukan dengan menghijaukan kiri kanan daerah sungai. Menanam tanaman di sekitar sungai dapat dilakukan untuk mencegah air meluap. Karena dengan tanaman yang ditanam maka air akan meresap kedalam tanah dan menghasilkan stok air yang cukup ketika musim kemarau sehingga tak terjadi kekeringan.

“Bisa diterapkan pola terasering atau dengan menanam bambu atau akar wangi. Kalau ini sudah diterapkan maka akan muncul ekosistem alami. Ada flora dan juga fauna. Hewan hewan pun akan tetap berada di sekitar sungai dan tidak akan masuk ke rumah warga,” ujarnya.

Nirwono berharap, Pemprov DKI Jakarta tak melulu hanya memerhatikan Sungai Ciliwung saja tetapi juga Sungai Pesanggrahan, Sungai Angke dan Sungai Sunter. Ketiga sungai ini juga memerlukan penataan karena juga dapat memicu banjir.

“Sehingga selama lima tahun pemerintahan paling tidak sudah mengurangi beban agar Jakarta tidak banjir lagi,” kata Nirwono.

 

Sumber : Jakarta Dilanda Banjir, Pengamat: Segera Naturalisasi Sungai, Bukan Normalisasi
Jakarta Dilanda Banjir, Pengamat: Segera Naturalisasi Sungai, Bukan Normalisasi
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments