Sunday, November 28, 2021
Home Nasional Jangan karena Globalisasi Lantas Nasionalisme Jadi Hilang

Jangan karena Globalisasi Lantas Nasionalisme Jadi Hilang

Kementerian Agama menggelar Simposium Internasional Lektur dan Khazanah Keagamaan ke-2 atau 2nd International Symposium on Religious Literature and Heritage (ISLAGE 2nd). Simposium tersebut digelar pada mulai tanggal 18 s.d. 21 Juli 2017.

Tampil sebagai key note speaker, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dalam paparannya, Lukman menyebut krisis nasionalisme dapat terjadi di mana saja, tak terkecuali di Indonesia. Hal tersebut merupakan dampak perkembangan globalisme yang begitu cepat.

“Pertumbuhan globalisme, universalisme yang tersebar dan meretas sekat-sekat geografik, ekonomik, budaya, agama dan nilai-nilai humanitarian merupakan faktor dominan fenomena ini,” kata Lukman, di Bogor, Selasa (18/7).

Berkaca dari fenomena tersebut, Lukman pun berharap simposium internasional ini mampu mencermati secara objektif dari berbagai perspektif mengenai realitas nasionalisme Indonesia.

Menurutnya, tantangan globalisasi seharusnya menjadi pemicu umat manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bukan malah mundur ke belakang, misalnya dengan semakin pudarnya nilai-nilai nasionalisme yang melekat pada diri.

“Bukan berarti dengan globalisasi lalu nasionalisme menjadi hilang, tapi kita harus memiliki kemampuan untuk memberikan makna yang lebih kontekstual di era yang begitu cepat perubahannya ini,” ujarnya.

Rasa nasionalisme tersebut, lanjut Lukman, sangat diperlukan bangsa Indonesia sebagai bangsa majemuk yang notabene terdiri beragam suku, adat, dan budaya.

“Karena nasionalisme merupakan rasa yang mampu mengikat kebersamaan masyarakat Indonesia sebagai suatu bangsa,” tukasnya.

 

Sumber : Jangan karena Globalisasi Lantas Nasionalisme Jadi Hilang
Jangan karena Globalisasi Lantas Nasionalisme Jadi Hilang
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments