Thursday, October 21, 2021
Home Nasional Laporan Khusus Janji intensif Rp 10 juta bikin driver Grab dengan manajemen 'panas'

Janji intensif Rp 10 juta bikin driver Grab dengan manajemen ‘panas’

Saat suasana masih Lebaran, ratusan driver Grab Car menggeruduk kantor manajemen di Plaza Maspion, Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Mereka mempertanyakan akun yang dibekukan secara tiba-tiba di tengah janji pemberian insentif saat hari raya Idul Fitri sebesar Rp 10 juta.

Salah satu driver, Benny (bukan nama sebenarnya) mengungkapkan akibat pembekuan akun, para driver tidak bisa menerima order maupun mencairkan penghasilan yang selama ini dikumpulkan.

Benny menceritakan, yang membuat para driver meradang pembekuan dilakukan manajemen Grab di tengah para driver sedang berlomba-lomba mengejar insentif sebesar Rp 10 juta yang dijanjikan.

“Jadi begini, awalnya pihak Grab tawarkan insentif sebesar Rp 10 juta bagi driver yang narik dari H-2 sampai H-5. POkoknya total 9 harian. Nah itu narik harus tiap hari enggak boleh bolong-bolong. Seandainya enggak narik ya maka gugur,” ungkapnya.

Iming-iming insentif tersebut, lanjut Benny, praktis membuat para driver menjadi semangat untuk mencari penumpang. “Nah, kejadiannya ketika banyak driver yang mengusahakan eh malah disuspen tanpa kejelasan,” keluhnya.

Benny melanjutkan, saat akunnya dibekukan ia langsung mendatangi customer service di Plaza Maspion. “Terus saya dijanjikan besok, berarti hari ini jam 8 pagi bakal ketemu manajemen buat diaktifin lagi akunnya. Biasanya kalau habis melapor tunggu dua hari terus udah aktif lagi. Eh, tadi pagi pas saya datang tahu-tahu sudah ramai. Ternyata banyak yang disuspen. Alasannya enggak jelas juga,” bebernya.

Ia menjelaskan, di waktu normal akun driver Grab akan disuspen ketika melakukan pelanggaran seperti pengaduan dari penumpang atau terlalu sering meng-cancel orderan.

“Nah ini yang lagi rajin-rajinnya narik, enggak dapat aduan dari penumpang kena suspen juga. Ini saya narik dari H-3 sampai kemarin, enggak dapat keluhan dari penumpang juga eh malah disuspen enggak jelas,” ucapnya kesal.

Seusai menyampaikan tuntutan, terjadi negosiasi antara driver dan manajemen. Pihak manajemen berjanji akan menindak lanjuti tuntutan driver sebelum tanggal 8 Juli 2017 mendatang.

“Negosiasi kita tadi, nanti dari tanggal 3 sampai tanggal 8, kita akan ditelepon untuk diminta hadir di kantor mereka. Kita akan diminta datang ke kantornya, untuk memastikan apakah tetap di suspend atau diturunkan Top-up kita tapi itu tergantung mereka,” sambung driver lainnya, Martiano.

Sepekan kemudian masih belum ada kabar baik. Ratusan pengemudi kembali menggelar aksi unjuk rasa menuntut insentif dan menolak pemutusan sepihak di depan kantor Grab. Koordinator aksi, Nuradim mengatakan, mereka menuntut hak-hak yang tidak dipenuhi pihak grab.

Nuradim menuding manajemen Grab masih belum bisa menjelaskan tindakan suspend account yang terjadi kepada rekan-rekanya sesama driver. Manajemen hanya menuding para driver curang.

“Mereka masih belum bisa menjawab kami tapi sudah bikin pernyataan di media, bahwa driver online ini melakukan kecurangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menghormati hak driver menyatakan pendapat dan melakukan aksi unjuk rasa. Ridzki membeberkan alasan manajemen Grab membekukan ratusan akun driver. Faktor utamanya, ditemukan indikasi kecurangan dalam pengoperasian aplikasi grab untuk mendapatkan penumpang. Dia mencontohkan penggunaan aplikasi Fake GPS.

“Beberapa di antara perbuatan curang yang mereka lakukan adalah pembuatan order fiktif, penggunaan aplikasi fake GPS untuk mencurangi system dan menggunakan aplikasi tambahan untuk tidak mengambil pemesanan tanpa mengurangi performa penerimaan order dari mitra tersebut,” jelas Ridzki.

Ridzki mempersilakan para driver yang merasa tak sejalan dengan aturan manajemen, tidak bergabung kembali. Sebab, sejak awal Grab tidak pernah memaksakan mereka untuk bergabung.

“Jika ada hal-hal dalam peraturan serta kode etik Grab yang membuat mereka berkeberatan untuk mematuhinya maka kami mempersilakan mereka untuk memilih platform ride-hailing lainnya yang mungkin saja memiliki aturan yang lebih ringan,” ungkapnya.

Ridzki memastikan akan tetap menindak tegas para driver yang diduga melakukan pelanggaran. Pihaknya juga tidak segan memutus hubungan kemitraan dengan para driver.

“Kami tidak akan segan untuk menindak tegas pengemudi yang melakukan pelanggaran, termasuk memberikan sanksi berupa pemberhentian sementara, pemberian denda maupun pemutusan kemitraan (terutama pelanggaran terkait penipuan),” tegasnya.

Ridzki menyebut, ada sekitar 300 driver yang akunnya terpaksa dibekukan karena terindikasi melakukan pelanggaran dan perbuatan curang. pihaknya telah berkomunikasi dengan para pendemo untuk melakukan mediasi di Kemenhub pada 10 Juli 20-17. “Hanya sedikit sekali yang diberhentikan,” singkatnya.

Ridzki meyakini, aksi unjuk rasa yang belakangan dilakukan pada driver tidak mempengaruhi citra perusahaan. Perusahaan akan tetap melayani para pelanggan Grab seperti biasa. “Hal ini tidak akan mempengaruhi pelayanan terhadap pelanggan dan mitra pengemudi lainnya,” katanya. [eko]

 

 

https://www.merdeka.com/peristiwa/janji-intensif-rp-10-juta-bikin-driver-grab-dengan-manajemen-panas.html

Most Popular

Recent Comments