Sunday, October 17, 2021
Home Nasional Laporan Khusus Janjikan posisi CPNS di Samsat, wanita ini tipu korban Rp 86 juta

Janjikan posisi CPNS di Samsat, wanita ini tipu korban Rp 86 juta

Raja Febrina Amellya alias Lia, warga jalan Harapan Murni Kelurahan Tangerang Timur Kecamatan Tenayan Raya kota Pekanbaru ditangkap polisi setelah dilaporkan Anka Setiadi (26). Anka mengaku ditipu Lia hingga rugi Rp 86 juta.

Modusnya, Lia menjanjikan korban bisa diangkat jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Samsat Kota Pekanbaru.

Korban yang sehari-hari berdomisili di Jalan Sail Gang Hidayat, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya itu memberikan uang secara bertahap kepada pelaku sebagai syarat untuk diterima menjadi CPNS.

“Ada 6 kali korban mentransfer uang kepada korban dengan total Rp 86 juta, awalnya korban dijanjikan bisa bekerja menjadi tenaga honor di kantor Samsat Pekanbaru dengan gaji Rp 2 juta,” ujar Kapolsek Tenayan Raya Kompol Indra Rusdi Kamis (23/3).

Peristiwa itu berawal pada November 2016 lalu, tersangka meyakinkan korban bahwa dia dapat membantu korban untuk bekerja sebagai tenaga honorer dan CPNS di kantor Samsat, paling lambat masuk kerja 13 Desember 2016.

“Saat itu pelaku berkomitmen, jika korban tidak masuk, maka semua uang yang disetorkan akan dikembalikan dan korban percaya,” kata Indra.

Masuk perangkap, korban memberikan uang Rp 15 juta sesuai pekerjaan yang diiming-imingi. Tak puas, tersangka Lia meminta lagi sejumlah uang dengan kembali meyakinkan korban, bahwa datanya sudah masuk di kantor Samsat dan korban akan segera diangkat menjadi CPNS.

“Namun setelah lewat batas waktu yang ditentukan, korban tak juga mendapat kepastian untuk bekerja di tempat tersebut. Bahkan nomor handphone pelaku juga tida aktif dan pelaku menghilang,” imbuh Indra.

Anka yang sadar menjadi korban penipuan langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian setempat. Beberapa waktu kemudian, tersangka berhasil ditangkap.

“Dari keterangan tersangka, dia bekerja sama dengan temannya Ira yang kini masih kita buru dan sudah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” pungkas Indra. [lia]

Most Popular

Recent Comments