Monday, October 25, 2021
Home Nasional Jawab Generasi Sehat dan Cerdas, Pemerintah Targetkan Konsumsi Ikan 54 Kg Per...

Jawab Generasi Sehat dan Cerdas, Pemerintah Targetkan Konsumsi Ikan 54 Kg Per Tahun Pada 2019

Beberapa waktu yang lalu, ketika melakukan kunjungan kerja ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yang datang bersama Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menemukan 70 persen ibu hamil (bumil) di kawasan Indonesia Timur menderita anemia serta kekurangan gizi serta protein.

Padahal, Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil laut dan ikan yang menjadi salah satu sumber utama protein, vitamin, dan mineral yang dapat dimanfaatkan.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi segera mengeluarkan Instruksi Presiden No.1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa peningkatan gizi menjadi sangat penting dalam menjawab kebutuhan generasi Indonesia yang sehat, kuat, cerdas, dan berkarakter yang siap meningkatkan daya saing bangsa.

Sejalan dengan amanat Presiden tersebut, pada pertengahan Mei 2017 lalu, Kementerian Kesehatan telah menyelenggarakan Festival Kuliner Ikan Nusantara di Kota Tua, Jakarta.

Tujuannya, agar masyarakat luas memperoleh informasi, edukasi, dan produk pangan ikan yang berkualitas demi menjamin kualitas konsumsi pangan.

“Alasan mengapa pilih ikan? Karena kita ingin memperbaiki gizi masyarakat, dan ikan merupakan sumber protein yang kaya serta mudah didapat,” demikian terang Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki kepada Jitunews.com, Senin (3/7) di Bina Graha Jakarta.

Teten menegaskan, pemerintah menargetkan konsumsi makan ikan masyarakat Indonesia menjadi rata-rata 54 kg per kapita setiap tahun pada 2019.

Karena sekarang, konsumsi warga negara Indonesia terhadap ikan masih cukup rendah. Rata-rata, tingkat konsumsi ikan di Indonesia baru mencapai 41 kg per kapita setiap tahun.

Namun demikian, meskipun mengalami kenaikan ketimbang tahun sebelumnya di 37-38 kg per kapita setiap tahun, tingkat konsumsi ikan di Tanah Air masih kalah jauh dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia (70 kg per kapita setiap tahun) dan Singapura (80 kg per kapita setiap tahun). Bahkan, Indonesia kalah jauh dari negara Jepang (mendekati 100 kg per kapita setiap tahun).

“Padahal 70 persen luas Indonesia adalah air, yang di dalamnya banyak terdapat ikan asli Nusantara,” ujar Teten menambahkan.

Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, mengimbau, butir kelima Nawacita, yang menjadi visi pemerintahan Jokowi-JK, yakni ‘Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia’.

“Kita menghadapi dengan tingginya angka stunting. Khususnya di kawasan timur Indonesia, disparitasnya sangat tinggi,” papar Menkes.

Untuk diketahui, stunting merupakan kondisi di mana seorang anak memiliki tinggi dan berat badan tak seimbang, apalagi jika dibandingkan anak-anak normal seusianya.

Kini, angka stunting di Indonesia turun menjadi 27,5 persen namun standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) harusnya bisa di bawah angka 20 persen.

“Kami sangat bersyukur Presiden memperhatikan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, dengan memberikan makanan tambahan pada setiap kunjungan kerja ke daerah,” sambung Menteri Nila.

Rendahnya konsumsi ikan masyarakat Indonesia menjadi perhatian khusus sehingga secara paralel KKP dan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) mencanangkan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Selanjutnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pun berusaha meningkatkan distribusi ikan ke berbagai daerah yang tidak memiliki potensi ikan agar tetap bisa mengonsumsi ikan, serta aktif mengajak masyarakat Indonesia meningkatkan konsumsi ikan.

Pemerintah pun, kata Susi, menargetkan konsumsi ikan rakyat Indonesia meningkat menjadi 54 kg/kapita/tahun di 2019.

Diberitakan Jitunews.com sebelumnya, pada perayaan 72 tahun Kemerdekaan RI, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), dan Kantor Staff Presiden (KSP) menggelar ‘Festival Ikan dan Lomba Masak Ikan Nusantara’ yang diselenggarakan dari tanggal 1 hingga 17 Agustus 2017.

Pemenang lomba masak ini akan meraih kesempatan workshop dan memasak untuk Presiden Jokowi dalam rangkaian Perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2017 di Istana Negara Jakarta.

Peserta Lomba Masak Ikan Nusantara cukup mendaftarkan resep ikan dan foto hasil masakannya, kemudian anggota dewan juri dari Femina Group akan menghubungi peserta untuk mengikuti audisi.

Info lengkap dan pendaftaran peserta Lomba Masak Ikan Nusantara dapat di lihat di www.primarasa.co.id atau kontak Sari Wardi (email sari.astuti@feminagroup.com ; sariwardi.astuti@gmail.com dan HP : 088119993775).

 

Sumber : Jawab Generasi Sehat dan Cerdas, Pemerintah Targetkan Konsumsi Ikan 54 Kg Per Tahun Pada 2019
Jawab Generasi Sehat dan Cerdas, Pemerintah Targetkan Konsumsi Ikan 54 Kg Per Tahun Pada 2019
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments