Saturday, July 31, 2021
Home Nasional Laporan Khusus Jokowi Diminta Evaluasi Ryamizard dan Jenderal Gatot

Jokowi Diminta Evaluasi Ryamizard dan Jenderal Gatot

Direktur Eksekutif Imparsial Al Araf menilai Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tak selaras mengemban tugasnya masing-masing dengan agenda reformasi pertahanan dalam Nawacita.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta Imparsial untuk mengevaluasi Menhan dan Panglima TNI. Al Araf juga menuntut adanya regenerasi di dua pucuk pimpinan kedua institusi tersebut. Tujuannya, agar agenda reformasi pertahanan bisa kembali ke rel yang tepat.

Lebih lanjut, Al Araf menegaskan, agenda reformasi pertahanan lebih dari sekedar jalan di tempat. Terlebih, kebijakan yang dikeluarkan Menhan dan Panglima TNI di beberapa isu justru menunjukan mundur ke belakang.

“Ada agenda-agenda reformasi pertahanan yang harusnya didorong malah macet dalam dua setengah tahun kepemimpinan Menhan Ryamizard dan Gatot. Karena itu, perlu ada evaluasi menyeluruh. Tidak ada salahnya Jokowi melakukan regenerasi,” demikian ungkap Al Araf dalam diskusi Evaluasi Bidang Pertahanan dan Menimbang Pergantian Panglima TNI dan Menhan di Kantor Imparsial, Tebet, Selasa (2/5).

Al Araf menyoroti tujuh indikator sebagai penilaian terhadap Menhan dan Panglima TNI. Ketujuhnya itu adalah bidang legislasi, kebijakan, implementasi kebijakan, profesionalisme aktor, efektivitas pengawasan, pengelolaan angaran dan perspektif hak asasi manusia (HAM).

Menhan dan Panglima TNI terkait legislasi sejauh ini belum memasukan usulan perubahan UU Nomor 31 Tahun 97 mengenai Peradilan Militer dan RUU Perbantuan Militer dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

“Tapi justru RUU Kamnas (Keamanan Nasional) yang dengan substansi yang sama dengan dulu yang mengancam demokrasi,” ujarnya.

@jitunews http://jitunews.com/read/57920/jokowi-diminta-evaluasi-ryamizard-dan-jenderal-gatot#ixzz4fzVna1oC

Most Popular

Recent Comments