Friday, July 30, 2021
Home Nasional Jokowi Izinkan Koruptor Nyaleg, Semangat KPU Tidak Boleh Surut

Jokowi Izinkan Koruptor Nyaleg, Semangat KPU Tidak Boleh Surut

Usulan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) mengenai larangan mantan napi korupsi untuk menyalonkan diri sebagai anggota legislatif menjadi pro dan kontra.

Ada pihak yang menyebut kebijakan tersebut bertentangan dengan HAM. Bahkan, Presiden Joko Widodo mengatakan mantan napi koruptor boleh ikut pemilu asal diberi keterangan sang calon pernah terjerat kasus korupsi.

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta KPU tidak surut memperjuangkan agar mantan koruptor tidak boleh nyaleg meski Jokowi mengizinkan mereka bisa menggunakan hak politiknya.

“Kami berpandangan mestinya pandangan presiden tetap tidak menyurutkan semangat KPU untuk membuat peraturan yang melarang mantan napi korupsi untuk mencalonkan diri di pemilu DPR dan DPRD,” ucap Direktur Eksekutif Perludem, Titi Angraini, di diskusi tentang ‘Catatan 20 tahun Reformasi Pemilu,’ di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/5).

“Kemandirian KPU dibuktikan dengan pembuatan keputusan yang sesuai dengan apa yang mereka yakini,” katanya.

Apa yang disampaikan Titi tersebut didasari pada semangat reformasi, yakni bersihkan KKN (Kolusi Korupsi dan Nepotisme).

“Dalam catatan 20 tahun reformasi kami kan salah satu tuntutannya pemberantasan KKN, semua aktor negara mesti ambil peran untuk merealisasikan amanat mendasar reformasi,” ujarnya.

Mantan komisioner KPU Hadar Nafis, menyebut PKPU tidak akan melanggar HAM. Ia mempersilakan koruptor untuk berbuat apapun asal tidak menjadi pemimpin rakyat.

“Mereka bisa jadi apa saja, bebas dan silakan. Asalkan jangan jadi pemimpin masyarakat,” pungkasnya.

Sumber : Jokowi Izinkan Koruptor Nyaleg, Semangat KPU Tidak Boleh Surut
Jokowi Izinkan Koruptor Nyaleg, Semangat KPU Tidak Boleh Surut
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments