Jokowi : Khawatir Keliru Memutuskan, Belum Ada Rencana Longgarkan PSBB

0
24

Foto: Presiden RI Joko Widodo
(dok.Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, Harmoni Media – Wacana relaksasi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan sejumlah daerah menuai pro dan kontra. Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan belum ada niatan melonggarkan kebijakan PSBB yang sedang berjalan saat ini.

Jokowi mengatakan, saat ini pemerintah terus memantau data dan fakta untuk menentukan waktu tepat melakukan pelonggaran PSBB. Meskipun berharap masyarakat kembali produktif, Jokowi ingin memastikan keamanan dari virus corona (Covid-19) tetap yang utama.

“Kita harus sangat hati-hati. Jangan sampai kita keliru memutuskan. Tapi kita juga harus melihat kondisi masyarakat sekarang ini. Kondisi yang terkena PHK dan kondisi masyarakat yang menjadi tidak berpenghasilan lagi. Ini harus dilihat,” ujar Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Jumat (15/5).

Jokowi mengatakan, nantinya masyarakat dapat beraktivitas normal kembali. Tetapi harus menyesuaikan dan hidup berdampingan dengan Covid-19.

Sebab Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, terdapat potensi bahwa virus ini tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat.

“Informasi terakhir dari WHO yang saya terima bahwa meskipun kurvanya sudah agak melandai atau nanti menjadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. Artinya kita harus berdampingan hidup dengan Covid,” katanya.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, berdamai dengan Covid. Sekali lagi, yang penting masyarakat produktif, aman, dan nyaman,” sambung Jokowi.

Dia menjelaskan hidup berdampingan dengan virus corona bukan berarti menyerah dan menjadi pesimis. Namun, masyarakat harus menyesuaikan diri dengan melawan keberadaam virus corona dengan melakukan prokol kesehatan.

Jokowi memastikan pemerintah akan mengatur agar kehidupan masyarakat dapat berangsur-angsur berjalan normal di masa pandemi virus corona. Meski begitu, pemerintah juga harus mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Keselamatan masyarakat tetap harus menjadi prioritas. Kebutuhan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan, itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru,” jelasnya.

Dia meyakini apabila masyarakat patuh terhadap imbauan pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, maka akan dapat mencegah diri dari virus tersebut.

“Ini penyakit berbahaya, tapi kita bisa mencegah dan menghindarinya asal jaga jarak yang aman, cuci tangan setelah beraktivitas, pakai masker. Ini penting. Jadi dalam tatanan kehidupan baru nanti memang itu yang harus kita pegang,” tutur Jokowi.

Adapun nantinya jika tahapan masyarakat produktif diterapkan, berbagai sektor usaha seperti rumah makan dapat beroperasi kembali. Jokowi menekankan pembukaan sektor usaha juha harus dilakukan dengan protokol yang ketat untuk menghindari penyebaran virus corona.

“Iya tentu saja nanti kalau sudah diputuskan, sektor-sektor usaha yang tutup dapat berangsur-angsur dibuka kembali. Tentu dengan cara-cara yang aman dari Covid agar tidak menimbulkan resiko meledaknya wabah,” ucap Jokowi.

Kapan pelaksanaan tahapan masyarakat produktif aman dari Covid ini akan dimulai, Jokowi mengatakan akan terus melakukan evaluasi dan melihat data dan fakta. Misalnya, kurva positif Covid-19, kurva yang sembuh, dan kurva yang wafat, sebelum akhirnya membuat keputusan.(Red)