Tuesday, October 19, 2021
Home DKI Jakarta Jokowi: Pabrik Baja Canggih di Cilegon, RI Bisa Hemat Rp 29 T

Jokowi: Pabrik Baja Canggih di Cilegon, RI Bisa Hemat Rp 29 T

Harmonimedia – Pabrik baja Hot Strip Mill 2 itu milik PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akhirnya bisa beroperasi. Pabrik itu diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini.

Dengan beroperasinya pabrik baja Hot Strip Mill 2 milik Krakatau Steel ini, Jokowi berharap bisa memenuhi kebutuhan baja dalam negeri. Sehingga tidak ada lagi alasan impor baja yang dilakukan.

“Sehingga sekali lagi akan menekan angka impor baja negara kita yang saat ini berada pada peringkat kedua komoditas impor Indonesia. Sehingga kita harapkan nanti bisa menghemat devisa hingga Rp 29 triliun per tahun, ini angka yang sangat besar sekali,” tuturnya dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (21/9).

Jokowi berpesan agar kualitas produk baja yang dihasilkan dari pabrik baru tersebut tidak kalah dengan produk impor dan bisa memenuhi kebutuhan baja dari industri nasional. Apalagi konsumsi baja Indonesia sangat besar sehingga menjadi target pasar dari produk-produk baja impor.

“Kalau kita tahu konsumsi baja kita sangat besar, jangan dibiarkan ini dimasuki produk-produk dari luar dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bukan hanya pembangunan infrastruktur tapi juga pembangunan industri lainnya yang nanti juga membutuhkan baja utamanya industri otomotif. Dalam 5 tahun terakhir kebutuhan baja kita meningkat hingga 40% dipacu pembangunan infrastruktur,” terangnya.

Pabrik Hot Strip Mill 2 milik Krakatau Steel ini memproduksi baja canai panas atau hot rolled coil (HRC) dengan menggunakan teknologi 4.0 terbaru di industri baja. Bahkan pabrik baja dengan teknologi ini hanya ada 2 di dunia, yakni di Indonesia dan Amerika Serikat.

Jokowi menerangkan, pabrik ini memiliki kapasitas produksi HRC sebesar 1,5 juta ton per tahun. Pabrik ini merupakan pabrik pertama di Indonesia yang mampu menghasilkan HRC kualitas premium dan tertipis di Indonesia.

“Produksinya akan terus kita tingkatkan hingga nanti mencapai 4 juta ton per tahun,” ucapnya.

red

Most Popular

Recent Comments