Jokowi Tegaskan Pelonggaran PSBB Belum Ada, Masyarakat Harus Bisa Berdamai Dengan Corona

0
33

Foto: Presiden Joko Widodo
(dok: idj/Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, Harmoni Media – Pemerintah masih memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sesuai ketentuan yang berlaku. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan belum ada pelonggaran PSBB.

“Saya ingin tegaskan belum ada kebijakan pelonggaran PSBB. Karena jangan muncul di masyarakat bahwa pemerintah sudah mulai melonggarkan PSBB. Belum. Belum ada kebijakan pelonggaran PSBB,” kata Jokowi dalam rapat terbatas yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/5).

Pemerintah sejauh ini masih mempersiapkan skenario pelonggaran PSBB. Keputusan itu, kata Jokowi, juga melihat waktu yang tepat.

“Yang sedang kita siapkan ini memang baru sebatas rencana atau skenario pelonggaran yang akan diputuskan setelah ada timing yang tepat serta melihat data-data dan fakta di lapangan,” ujarnya.

“Biar semuanya jelas, karena kita harus hati-hati, jangan keliru kita memutuskan,” tambahnya.

Jokowi Ingin Masyarakat Produktif, Berdamai dengan Corona

Dalam pernyataan sebelumnya, menyampaikan pernyataan terbaru terkait penanganan virus Corona. Jokowi ingin masyarakat tetap produktif dan aman di tengah pandemi Corona.

Jokowi menegaskan belum akan melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Jokowi ingin masyarakat tetap beraktivitas dan aman dari virus Corona. Masyarakat juga diminta hidup berdampingan dengan virus Covid-19 tersebut dan tidak menyerah memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini.

Berikut poin-poin pesan terbaru Jokowi ingin masyarakat produktif hingga berdamai dengan Corona:

Masyarakat Tetap Produktif dan Aman

Jokowi mengungkapkan belum akan melonggarkan PSBB. Jokowi ptak ingin mengambil keputusan keliru soal PSBB.

“Belum, ya. Tetapi kita ingin terus akan melihat angka-angka. Akan melihat fakta-fakta di lapangan. Intinya, kita harus sangat hati-hati. Jangan sampai kita keliru memutuskan, jangan sampai keliru memutuskan,” kata Jokowi.

Namun Jokowi menaruh perhatian terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Jokowi ingin masyarakat tetap produktif dan aman dari virus Corona.

“Tetapi, kita juga harus melihat kondisi masyarakat sekarang ini. Kondisi yang terkena PHK, kondisi masyarakat yang tidak berpenghasilan lagi. Ini harus dilihat. Kita ingin masyarakat produktif dan tetap aman dari Covid,” ujar Jokowi.

Dalam tahap produktif dan aman, Jokowi mengatakan masyarakat tetap beraktivitas. Dia menyinggung kembali soal berdamai dengan virus Corona.

“Ya, beraktivitas, ya. Dan kita memang harus berkompromi dengan Covid, bisa hidup berdampingan dengan Covid. Yang kemarin saya bilang, kita harus berdamai dengan Covid,” imbuhnya.

Berdamai dengan Corona, Bukan Menyerah

Jokowi mengatakan masyarakat Indonesia harus hidup berdampingan dengan virus Covid-19. Sebab, kata Jokowi, menurut informasi dari organisasi kesehatan dunia (WHO), virus Corona tidak akan hilang.

“Kita memang harus berkompromi dengan Covid, bisa hidup berdampingan dengan Covid. Yang kemarin saya bilang, kita harus berdamai dengan Covid. Karena informasi terakhir dari WHO, yang saya terima, bahwa meskipun kurvanya sudah agak melandai, atau nanti menjadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. Artinya, sekali lagi, kita harus berdampingan hidup dengan Covid,” kata Jokowi.

Namun, Jokowi menegaskan, hidup berdampingan bukan berarti menyerah pada keadaan. Dia menjelaskan, yang dimaksud hidup berdampingan adalah menyesuaikan diri dengan keberadaan virus Corona

“Berdampingan itu justru kita tidak menyerah, tapi menyesuaikan diri. Kita lawan keberadaan virus COVID tersebut dengan mengedepankan dan mewajibkan protokol kesehatan yang ketat, yang harus kita laksanakan,” ujarnya.

Jokowi mengatakan, selama belum ada vaksin virus Corona, maka masyarakat harus menyesuaikan diri dengan tatanan kehidupan yang baru. Jaga jarak dan melakukan protokol pencegahan Covid-19 harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Kehidupan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan, itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru,” kata Jokowi.

“Tapi kehidupan yang berbeda itu bukan kehidupan yang penuh pesimisme atau ketakutan. Kita kembalikan produktivitas kita dengan optimisme karena kita juga tetap menerapkan berbagai mekanisme pencegahan. Ini penyakit berbahaya tapi kita bisa mencegah dan menghindarinya,” pungkasnya.(Red)