Thursday, September 16, 2021
Home Nasional KABAR DUKA: Ahmad Taufik, Jurnalis Senior Sekaligus Pendiri AJI Tutup Usia

KABAR DUKA: Ahmad Taufik, Jurnalis Senior Sekaligus Pendiri AJI Tutup Usia

Dunia pers Indonesia dilanda kabar duka. Jurnalis senior sekaligus salah satu pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ahmad Taufik menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (23/3).

Pria yang akrab disebut AT ini meninggal di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sekitar pukul 19.00 WIB setelah sempat menjalani perawatan akibat sakit kanker yang dideritanya.

“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Telah berpulang ke sisi Allah SWT, orang tua kami, perjuang kami, Ahmad Taufik (Bang AT), pendiri AJI dan jurnalis TEMPO di RS Medistra. Semoga amal ibadah dan kebaikannya di terima sisi-Nya, aamiin. Kami mohon maaf jika ada kesalahan pada beliau,” ujar pengurus AJI, Wahyu Dhyatmika, dalam pesan tertulis yang disebarkan ke sejumlah jurnalis, Kamis (23/3) malam.

 

Sebagai informasi, Ahmad Taufik lahir di Jakarta, 12 Juli 1965. Selama mahasiswa, AT aktif memperjuangkan hak-hak rakyat serta pembelaan terhadap hak-hak sosial, ekonomi, politik dan hak asasi warga tertindas. AT juga aktif dalam pers mahasiswa.

Di dunia jurnalistik, AT memulai kariernya di Majalah Bulanan Generasi Muda Islam Estafet dan sempat bekerja untuk Majalah Berita Mingguan TEMPO.

Selama Almarhum hidup, beliau dikenal sebagai wartawan yang produktif. Sejumlah prestasi telah dia torehkan lewat pelbagai karyanya.

AT pernah mendapatkan penghargaan International Press Freedom Award dari CPJ pada 1995. Setahun kemudian, tepatnya pada 1996, Taufik mendapat penghargaan Digul Award-Indonesia NGO’s Human Rights Award. Dua tahun kemudian, dia kembali meraih penghargaan Hellmann/Hammet Award dari American Writer, New York.

Tidak hanya sejumlah penghargaan, AT juga tercatat sebagai salah satu tokoh sejarah pers Indonesia. Dia merupakan salah satu pendiri organisasi profesi wartawan, Aliansi Jurnalis Independen, yang secara lantang menyuarakan kebebasan pers dan menentang rezim Orde Baru.

AT juga dikenal pernah mengarang beberapa judul buku. Selain itu, ia pernah 40 hari meliput di perbatasan Pakistan-Afganistan (Tribal Area), saat Amerika Serikat menyerang Pemerintahan Taliban di Afganistan tahun 2001 hingga meliput pemilihan umum di Irak, 24 Januari –1 Maret 2005.

Selama menjadi advokat, AT aktif membela orang-orang yang disingkirkan karena diskriminasi agama, rakyat miskin, dan orang-orang dizalimi. Dalam dunia advokasi dan pembelaan kemanusiaan, AT juga bergabung dalam koalisi Advokat internasional untuk pembelaan hak-hak bangsa Palestina.

@jitunews http://www.jitunews.com/read/55507/kabar-duka-ahmad-taufik-jurnalis-senior-sekaligus-pendiri-aji-tutup-usia#ixzz4cDRReFRE

Most Popular

Recent Comments