Thursday, April 15, 2021
Home Dunia Kalahkan Indonesia Tembus Rekor Tertinggi Kasus Corona, Filipina Perluas Larangan Keluar Rumah

Kalahkan Indonesia Tembus Rekor Tertinggi Kasus Corona, Filipina Perluas Larangan Keluar Rumah

Harmoni Media – Infeksi harian virus corona baru di Filipina mencapai rekor tertinggi pada Jumat (19 Maret), ketika pembatasan diperketat di ibu kota Manila untuk memerangi pertambahan kasus Covid-19.

Museum, arena permainan, dan sekolah mengemudi telah diperintahkan untuk ditutup. Sementara kapasitas gereja dan restoran dikurangi hingga 30% karena Filifina berjuang untuk menahan virus yang menyebar cepat.

Mengutip Channel News Asia, tindakan sementara diambil ketika jumlah infeksi baru di Filipina mencapai 7.103 pada Jumat, tertinggi sejak awal pandemi, menjadikan total kasus lebih dari 648.000, dengan sebagian besar kasus aktif di Manila.

Angka tersebut mengalahkan kasus virus corona di Indonesia pada hari yang sama. Negara kita mencatat 6.279 kasus baru Covid-19. Hanya secara total, Indonesia masih yang tertinggi di Asia Tenggara.

Para ahli telah memperingatkan, angka kasus virus corona di Filipina bisa mencapai 11.000 per hari pada akhir Maret. Sementara Satgas Covid-19 telah meminta vaksin yang tersedia untuk disebarkan ke hotspot-hotspot virus.

Pada Jumat, regulator obat Filipina menyetujui vaksin Sputnik V buatan Rusia untuk penggunaan darurat, vaksin virus corona keempat yang mendapatkan lampu hijau.

Filipina telah menerima lebih dari satu juta dosis vaksin buatan Sinovac dari China dan AstraZeneca dari Inggris-Swedia pada bulan ini.

Ada kekhawatiran yang berkembang, jika seluruh Manila, yang menjadi rumah 12 juta orang dan sempat terkunci selama berbulan-bulan di tahun yang lalu, bisa ditutup lagi.

“Ini mengkhawatirkan, karena ada daerah di Metro Manila, yakni Manila, Quezon City, Taguig, dan Makati, yang sudah masuk dalam kategori berisiko tinggi, lebih dari 70 persen (hunian ranjang rumahsakit). Beberapa berada di 83 persen,” kata Wakil Menteri Kesehatan Filipina Leopoldo Vega, seperti dikutip Channel News Asia.

Dia mengatakan, dari sekitar 7.000 tempat tidur di rumahsakit yang dialokasikan untuk pasien Covid-19 di Metro Manila, 54% sudah terisi.

Kebangkitan virus corona di Flipina disebabkan oleh kepatuhan yang buruk terhadap protokol kesehatan dan varian baru yang lebih menular. Kasus infeksi tiga varian baru virus corona ditemukan di negara ini.

Perluas larangan keluar rumah

Pemerintah memperketat pembatasan dengan memperluas larangan bagi anak di bawah umur meninggalkan tempat tinggal mereka, serta memberlakukan larangan orang asing memasuki negara, yang telah berjalan dalam dua minggu terakhir, dalam upaya untuk mengatasi lonjakan kasus virus corona.

Melansir Reuters, hanya warga yang berusia 18 hingga 65 tahun yang boleh keluar dari rumah mereka, Badan Pembangunan Metro Manila mengatakan dalam sebuah pernyataan, Rabu, mengutip kesepakatan di antara wali kota.

Filipina akhir tahun lalu mulai melonggarkan salah satu penguncian terpanjang dan terketat di dunia, tapi aturan bagi siapa pun yang berusia di bawah 15 tahun harus tetap di rumah mereka di Manila tetap berlaku.

Negara Asia Tenggara ini telah melihat lonjakan kasus virus corona bulan ini, dengan mencatat peningkatan harian terbesar sejak pertengahan Agustus tahun lalu pada Senin (15 Maret) dengan 5.404 infeksi baru.

Tindakan tambahan, seperti larangan minuman keras dan penguncian lokal di daerah dengan tingkat infeksi tinggi, juga diterapkan.

Batas usia yang diperluas datang lima bulan setelah pihak berwenang mengizinkan warga usia 15 hingga 65 tahun untuk keluar rumah sebagai bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi yang mengalami kemerosotan terburuk dalam sejarah pada tahun lalu.

Menghadapi kritik tentang program vaksinasi yang bergerak lambat, Kepala Strategi Virus Corona Carlito Galvez mengatakan, lebih banyak dosis akan segera tiba, seperti dikutip Reuters.

Menurut dia, hampir 2,4 juta dosis diharapkan datang pada awal April, terdiri dari 979.200 dosis vaksin AstraZeneca melalui fasilitas COVAX dan 1,4 juta suntikan Sinovac termasuk 400.000 disumbangkan oleh China.

Galvez bilang, tidak ada rencana untuk menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk menyuntik petugas kesehatan, meskipun beberapa negara Eropa telah menyetop pemberiannya setelah laporan kemungkinan efek samping yang serius.

Pemerintah Filipina juga telah menandatangani kesepakatan dengan Serum Institute of India untuk 30 juta dosis vaksin Novavax, yang akan tiba pada kuartal ketiga atau keempat tahun ini, Galvez menambahkan.

Red

Most Popular

Recent Comments