Tuesday, November 30, 2021
Home DKI Jakarta Kapal ikan sebulan hilang di laut tidak ada kabar, ini kata Natalius...

Kapal ikan sebulan hilang di laut tidak ada kabar, ini kata Natalius Pigai

Harmonimedia – Keluarga awak kapal KM Bali Permai sedang mencari informasi bagaimana nasib anggota keluarganya setelah kapal ikan itu selama sebulan ketika mencari ikan di perairan Samudera Hindia tidak ada kabarnya.

Keterangan dari para awak kapal,  peristiwanya berawal ketika kapal mengalami lost contact dari sistem monitor (VMS) tanggal 30 Juli 2021 di lokasi operasi penangkapan Ikan Samudera Hindia dengan Radial 210 dan jarak 1.471 Nm dari Kansar Denpasar.

KM Bali Permai Bersama 18 ABK tersebut sampai saat ini masih belum ditemukan.

Namun demikian baik pihak perusaaan dan otoritas berwenang  belum menyampaikan peristiwa besar tersebut kepada masyarakat luas. Bahkan pihak keluarga korban juga belum pernah dihubungi, sampai surat dari pihak perusahan baru tiba tanggal 4 September 2021.

Keluarga korban kemudian mendatangi Natalius Pigai, aktivis kemanusiaan. Dalam siaran persnya Natalius Pigai menyebutkan ada dua kemungkinan yang terjadi pada kapal:

1). Kapal Tenggelam.
2).  Kapal Terombang-ambing di Samudera Hindia.

Apabila yang terjadi adalah kemungkinan ke 2 maka dapat diduga ABK masih bisa hidup karena persediaan makanan yang dibawa untuk kebutuhan 3 bulan terhitung sejak 12 Juli 2021 sampai 12 Nopember 2021.

Jika upaya pencarian dilakukan secara masif dan diumumkan ke publik maka berpotensi bisa diselamatkan.

Pemerintah dan pihak perusahaan terkesan mendiamkan peristiwa ini. Berbeda dengan peristiwa serupa selama ini, dimana Basarnas dan Pemerintah mengumumkan ke publik dan mobilisasi secara masal bagi upaya pencarian.

Pihak keluarga korban belum pernah dihubungi. Surat dari pihak Perusahan baru tiba tanggal 4 September 2021 satu bulan setelah Kapal dinyatakan lost contact.

“Sebagai pembela kemanusiaan, Kami minta penjelasan terbuka ke rakyat Indonesia, mengapa Pemerintah dan Perusahan terkesan menyembunyikan peristiwa besar yang menimba 18 Warga Negara Indoneia dan Kapalnya,” sebut Natalius Pigai dalam siaran persnya.

Atas peristiwa itu, Natalius Pigai minta penjelasan secara terbuka antara lain mengapa pihak perusahaan, otoritas pemerintah yang berwenang atas pengoperasian kapal ikan, maupun pihak pertolongan dan penyelamatan di laut tidak terbuka menginformasikan kejadian yang menimpa KM Bali Permai.

(red/editor: ire djafar)

Most Popular

Recent Comments