Saturday, October 16, 2021
Home Nasional Kapolres Samarinda geleng-geleng kepala lihat napi wanita jadi sindikat sabu

Kapolres Samarinda geleng-geleng kepala lihat napi wanita jadi sindikat sabu

Polresta Samarinda merilis kasus pidana umum dan narkotika, yang ditangani selama Januari 2018. Santi, satu dari 3 tersangka kasus narkoba dengan barang bukti 1 kilogram sabu, bikin Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto geleng-geleng kepala.

Santi dan Jufrin, jadi terpidana kasus narkoba yang divonis 5 dan 6 tahun penjara. Mereka mendekam di sel penjara Lapas Narkotika, Bayur, Samarinda. Belakangan, mereka masih bisa mengendalikan peredaran sabu 1 kilogram menggunakan ponsel, meski di dalam penjara.

Santi wanita berhijab itu, sempat mengenakan masker untuk menutupi wajahnya, bersama dengan 14 tersangka kasus pidana umum dan narkotika lain. Vendra sempat meminta Santi membuka maskernya.

“Ini tersangka narkoba sabu 1 kg ya? Coba buka penutup wajah (maskernya) bu. Mereka ini adalah pengedar. Sabunya, senilai Rp 1,2 miliar. Jangan ada lagi yang begini,” seru Vendra sambil geleng kepala, Kamis (1/2).

Vendra menjelaskan sepanjang Januari 2018, tercatat 180 kasus tindak pidana, yang ditangani Satuan Reskrim Polresta Samarinda maupun enam Polsek jajaran se-Samarinda.

“113 kasus di antaranya diselesaikan. Selain narkoba, kasus pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan jadi atensi kami,” kata Vendra.

Vendra merinci sekaligus menggarisbawahi, dari 180 kasus itu, kasus curanmor masih di peringkat teratas dengan 17 kasus. Menyusul pencurian dengan pemberatan 13 kasus.

“Rata-rata menggunakan kunci letter T. Hampir setiap hari curanmor jadi kejahatan yang meresahkan. Pelaku curanmor ini, ada yang dari Samarinda, dan ada dari pemain luar Samarinda,” tambahnya.

Kepolisian bukan tanpa upaya. Saat ini, Polresta Samarinda baru saja meluncurkan layanan aplikasi berbasis android. Di antaranya, memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas di tiap kelurahan dan kecamatan.

“Bhabinkamtibmas, yang online, siapa saja bisa masuk. Di antaranya, melaporkan hal bahaya pencurian baik itu di wilayah binaan hingga di desa binaan. Dengan begitu, diharapkan bisa menekan angka kriminalitas,” ujar Vendra. [rzk]

 

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/kapolres-samarinda-geleng-geleng-kepala-lihat-napi-wanita-jadi-sindikat-sabu.html

Most Popular

Recent Comments