Wednesday, October 27, 2021
Home Nasional Laporan Khusus Kapolri minta warga tak terprovokasi bentrok angkot dan ojek online

Kapolri minta warga tak terprovokasi bentrok angkot dan ojek online

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau masyarakat tidak ikut terprovokasi dengan bentrokan pengemudi online dan angkutan umum yang terjadi di Bogor, Jawa Barat. Tito mengaku telah menginstruksikan seluruh Kapolda untuk segera meredam dinamika pengemudi online dengan taksi konvensional.

“Saya minta masyarakat menahan diri, saya tadi pagi sudah memberikan juga briefing dan arahan kepada para Kapolda,” kata Tito di Wisma Bhayangkari di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/3).

Tito menegaskan bila keberadaan ojek online di Indonesia telah memiliki payung hukum yakni revisi peraturan menteri perhubungan No 32 tahun 2016 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

Dengan permen itu, lanjut Tito, keberadaan transportasi online legal. Namun, ada aturan-aturan hukum yang harus ditaati pengemudi online sehingga tidak merugikan transportasi konvensional.

“Sudah diakui keberadaannya tapi harus mengikuti aturan-aturan, jangan sampai merugikan taksi konvensional,” ujarnya.

Untuk meredam konflik, Tito berharap para pengurus transportasi online segera melakukan dialog dengan para stakeholder. Dia juga meminta semua pihak menghentikan perseteruan dengan tidak melakukan aksi balas dendam.

“Konvensional dialog kemudian jangan sampai melakukan aksi anarkis sendiri, apalagi saling balas membalas,” ucap dia.

Jenderal bintang empat ini pun menyatakan bakal menindak tegas semua pihak jika konflik kembali berlanjut. Apalagi, sampai melakukan tindakan anarkis dan merusak fasilitas umum.

“Saya perintahkan kalau ada aksi anarkis maka upaya terakhir lakukan penegakan hukum, tangkap dan proses, yang merusak tangkap proses. Sehingga tidak ada tindakan seperti itu lagi,” tuntas Tito. [lia]

Most Popular

Recent Comments