Thursday, October 21, 2021
Home Nasional Kejagung Tahan Mantan Dirut Pertamina Trans Kontinental, Terkait Kasus Ini..

Kejagung Tahan Mantan Dirut Pertamina Trans Kontinental, Terkait Kasus Ini..

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), menahan mantan direktur utama PT Pertamina Trans Kontinental periode bulan Juni 2010-Juli 2012, Suherimanto.

Usut punya usut, Suherimanto ditahan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) tahun anggaran 2012.

Dilansir dari Antara, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M. Rum, mengatakan, Suherimanto ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Masa penahanan berlaku 20 hari, terhitung mulai tanggal 3 Juli 2017 sampai dengan 22 Juli 2017.

“Berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-20/F.2/Fd.1/07/2017 tanggal 3 Juli 2017,” kata M. Rum di Jakarta Senin (3/7) malam.

Konon kasus yang menjerat Suherimanto berawal pada tahun 2012 saat PT Pertamina Trans Kontinental mengadakan dua kapal Anchor Handling Tug and Supply (AHTS) (kapal Transko Andalas dan kapal Transko Celebes) melalui perjanjian dengan PT Vries Maritime Shipyard (VMS) dengan harga US$ 28,400,000.00 atau setara Rp 254.000.000.000 dengan kurs 1 US$ Rp 9.000.

Pengadaan itu dilakukan tanpa lelang sebagaimana ketentuan yang berlaku. Owner Estimate (OE) atas pengadaan dua kapal tersebut disusun dan ditetapkan setelah proses perundingan harga dan penandatanganan perjanjian jual beli kapal. Kemudian, tanggal OE dibuat backdate seolah-olah dibuat sebelum proses negosiasi harga.

PT VMS ditetapkan sebagai pelaksana pengadaan meskipun tidak memenuhi persyaratan berupa pengalaman tertentu, sumber daya manusia, modal, peralatan, dan fasilitas lain yang sesuai dengan kriteria perusahaan. PT VMS juga belum memiliki SIUP, TDP, Nomor Identitas Kepabeanan, dan Angka Pengenal Impor Produsen saat ditetapkan sebagai pelaksana pengadaan.

Suherimanto, selaku Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental menyetujui permohonan PT VMS untuk memberikan pinjaman sebesar USD 3,500,000.00 meski bertentangan dengan Surat Perjanjian dan tanpa persetujuan Dewan Komisaris. Dia pun diketahui telah beberapa kali memberikan perpanjangan jangka waktu penyerahan kapal tanpa dikenakan denda keterlambatan meskipun tidak memenuhi alasan force majeure.

Terkait dengan pengadaan dua kapal AHTS, Suherimanto telah menerima uang dari Aria Odman selaku Direktur Utama PT VMS sebesar US$ 517,561.97 dan Rp 900.000.000. Atas kasus ini, tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Ia pun terancam hukuman penjara lebih dari 5 tahun.

 

Sumber : Kejagung Tahan Mantan Dirut Pertamina Trans Kontinental, Terkait Kasus Ini..
Kejagung Tahan Mantan Dirut Pertamina Trans Kontinental, Terkait Kasus Ini..
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments