Kemenko PMK Kembali Ingatkan Penggunaan Dana Desa untuk Bergotongroyong Membangun Desa

0
344

Setelah mengunjungi Kabupaten Kupang, Plt. Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Sonny Harry B Harmadi, didampingi oleh Staf Ahli Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan Sidqy Lego Suyitno, Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK Magdalena, dan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi NTT Kisyadi, bertolak ke Waingapu dan diterima oleh Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali di Kantor Bupati Sumba Timur, Kamis (28/6).

Pertemuan ini untuk mendengarkan bagaimana pengelolaan dan pemanfaatan dana desa dari kepala desa dan pendamping.

Dengan luas wilayah lebih dari 7.000 kilometer persegi dan terdiri dari 140 desa, 16 kelurahan dan 22 kecamatan, Kabupaten Sumba Timur, seperti disampaikan Umbu Lili, sempat menghadapi sedikit kendala dalam mencairkan dana desa tahap I, karena harus merevisi APBDes yang mengadopsi padat karya tunai. Namun saat ini semua dipastikan berjalan lancar. Umbu Lili menyampaikan, berbeda dengan di awal, saat ini sudah ada kemajuan pengelolaan dana desa, misalnya pencairan yang tepat waktu.

Progres pemanfaatan dana desa di Sumba Timur tahap I sudah 100% dilakukan. Sedangkan untuk pencairan tahap II masih dalam proses dan sudah layak salur.

Pemanfaatan dana desa berjalan dengan baik dan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kendala yang dihadapi Kabupaten Sumba Timur adalah masalah kekurangan sumber daya manusia. “Kami tidak seperti daerah maju di Jawa atau Sumatera, pengelolaan dana desa sangat membutuhkan pendampingan, khususnya teknis infrastruktur. Kami mengharapkan tiap desa memiliki pendamping, supaya dana desa betul-betul efektif”, ujar Umbu Lili. Jarak antar desa sangat jauh sehingga sulit jika 1 orang pendamping harus menangani 6 desa.

Untuk pemanfaatan dana desa, Sumba Timur fokus pada kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk menurunkan angka kemiskinan yang masih mencapai 29%.

Di sektor pendidikan dan kesehatan, desa memanfaatkan dana desa untuk memberi tambahan honor atau insentif untuk guru-guru kontrak. Memperbaiki kondisi perumahan, termasuk rumah-rumah warga melalui subsidi material.

“Selain itu dana desa digunakan untuk memberi suntikan modal bagi BUMDES. Hal yang menarik bahwa hampir seluruh desa di Sumba Timur sudah diwajibkan memiliki Bumdes untuk mengembangkan usaha produktif secara bergotong royong. Dana desa sangat dibutuhkan oleh warga dan kami berharap program ini terus berjalan, jangan sampai berhenti,” ujar Umbu Lili.

Dalam penjelasannya, Sonny menyampaikan, secara administratif, pemanfaatan dana desa harus berkualitas, tidak ada program fiktif. Secara substantif, ia juga menyampaikan agar desa bisa berkembang dan pada akhirnya mampu naik statusnya menjadi desa mandiri.

“Bukan hanya maju dalam sektor sosial, desa juga harus maju dalam sektor ekonomi, misalnya produksi semakin meningkat dengan akses distribusi yang lebih besar. Dan yang paling penting, angka kemiskinannya turun. Terakhir, desa harus maju dalam menjaga (lingkungannya. Pembangunan desa seharusnya tidak berdampak pada kerusakan lingkungan dan bisa menurunkan risiko bencana,” tegas Sonny.

Kepala Desa Kuta Hans Hamba Pullu, mewakili para kepala desa yang hadir menyampaikan ucapan terima kasih, karena dana desa sangat bermanfaat bagi warga. Ia berharap dana desa terus ada untuk membantu masyarakat.

“Pemerintah Pusat tidak akan bisa berjalan baik bila tidak bekerjasama dengan pemerintah daerah. Perlu diingat pula bahwa dana desa tidak digunakan untuk individu, tetapi untuk membangun desa secara bergotongroyong”, tegas Sonny.

Setelah pertemuan dengan pemda, para pendamping dan kepala desa, Tim Kemenko PMK beserta rombongan meninjau Desa Kuta, Kecamatan Kanatang salah satu desa yang sukses dalam memanfaatkan dana desa. Desa Kuta adalah desa wisata yang ke depannya akan dijadikan daerah pengembangan wilayah dan tata ruang. Bertempat di Pantai Londa Lima, pertemuan ini dihadiri oleh para tokoh adat, tokoh masyarakat dan warga. Hans Pullu selaku kepala desa menyampaikan, Desa Kuta menerapkan transparansi dalam merencanakan dan menyepakati program bersama dengan masyarakat. Seluruh program yang ada di Desa Kuta adalah hasil musyawarah bersama dengan masyarakat.

Salah satu hal yang menonjol dari Desa Kuta adalah sektor pendidikan. Saat ini Desa Kuta sudah memiliki sekolah beserta sarana dan prasarananya yang lengkap. Desa ini juga kerap menjadi tujuan mahasiswa untuk tinggal dan melakukan program kemasyarakatan.

Selain pendidikan, Desa Kuta diketahui sudah memiliki sarana prasarana lain seperti Bumdes simpan pinjam, 4 unit posyandu, lapangan sepakbola, hingga sarana prasarana untuk nelayan.

Jika ada dana desa yang tersisa, kembali akan diadakan musyawarah bersama warga untuk menentukan kegiatan apa yang akan dilakukan dengan sisa anggaran yang ada.

 

Sumber : Kemenko PMK Kembali Ingatkan Penggunaan Dana Desa untuk Bergotongroyong Membangun Desa
Kemenko PMK Kembali Ingatkan Penggunaan Dana Desa untuk Bergotongroyong Membangun Desa
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here