Kementan Turunkan Satgas Pangan Atasi Anjloknya Harga Ayam

0
123

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku telah menurunkan satgas pangan di seluruh sentra industri untuk menyelidiki anjloknya harga daging ayam, yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung. Dia mengakui, ada persoalan disparitas harga, antara peternak dengan harga di konsumen.

“Harga di tingkat peternak Rp 8.000, kemudian harga di konsumen Rp 32.000, Rp 35.000 hingga Rp 40.000. Kemudian apa, artinya ada disparitas 400 persen ini yang harus kita selesaikan,” ujarnya, Jumat (28/6), di Surabaya.

Dari laporan sementara yang diterimanya, disparitas harga ayam ini dikarenakan adanya broker yang mempermainkan harga. Untuk itu, dia menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang dianggap bertanggungjawab terkait dengan persoalan tersebut.

“Laporan sementara memang ada yang bermain-main (harga), ada broker. Kami akan tindak tegas nanti. Mudah-mudahan dalam waktu singkat bisa normal, itu target kita,” ungkapnya.

Dia mengklaim, tindakan tegas yang sudah dilakukannya membuahkan hasil. Saat ini, sudah ada 782 perusahaan yang sedang diproses hukum terkait kasus ini.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menduga anjloknya harga ayam di tingkat peternak saat ini karena kelebihan pasokan (over supply). Akibatnya, banyak produksi daging ayam yang tidak terserap di pasar tradisional.

Sekretaris Jenderal Kemendag Karyanto Suprih meminta kepada pelaku pasar agar menaati harga acuan ayam yang telah ditetapkan. Kemendag telah mematok harga acuan ayam di tingkat peternak sebesar Rp18 ribu per kg melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96 Tahun 2018.

“Pertama, tentu kami akan berpegang pada harga acuan itu seperti apa. Kami akan bicara dengan sektor hulu, tolong supply-nya jangan terlalu besar. Harus direm dulu supaya tidak oversupply,” imbuh dia di Jakarta, Rabu (26/6). 

Sumber : Merdeka.com