Kementerian PUPR Rencanakan Bangun Bendungan Sei Busung di Kepri

0
130

Kementerian PUPR menggenjot proyek nasional lanjutan. Setelah pembangunan Bendungan Sei Gong di Pulau Setokok, Kementerian PUPR kini bakal membangun Bendungan Sei Busung di Pulau Bintan, kepulauan Riau (Kepri).

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi mengatakan, saat ini tim dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV tengah mengerjakan desain bendungan yang rencananya akan dibangun di wilayah Busung, Kabupaten Bintan. Saat ini dari data awal yang didapat tim di lapangan, Bendungan Sei Busung ini memiliki potensi yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Bendungan Sei Gong di Batam.

Nantinya Bendungan Sei Busung diprediksi akan memiliki kapasitas sebesar 4.000 liter per detik. Itu artinya bendungan ini bakal sepuluh kali lebih besar dibandingkan Bendungan Sei Gong.

“Bendungan Sei Busung akan dibuat untuk yang akan datang, sekarang sedang dipersiapkan desain dan akan dapat membantu suplai air tidak hanya di Bintan, tapi juga untuk Batam dan Tanjung Pinang,” kata Hari dalam kegiatan pengairan pertama di Bendungan Sei Gong di Kecamatan Galang, Batam pada Jumat (19/7/2019) kemarin.

Hari menjelaskan setelah proses desain awal selesai, pihaknya akan melanjutkan untuk proses lanjutan sebelum nantinya pengerjaan konstruksi dilakukan. Di mana ada sejumlah persiapan yang perlu dilakukan, baik PUPR maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, salah satunya terkait dengan pembebasan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan bendungan.

Untuk pembebasan lahan sendiri, nantinya akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Hal ini sama seperti dengan pembebasan lahan dalam pembangunan Bendungan Sei Gong, ketika itu pembebasan lahan dilakukan oleh BP Batam.

“Kalau sudah selesai (desain) akan segera dibangun konstruksinya. Namun untuk tanah dan sosialnya Pemprov di bagian depan,” kata Hari.

Lebih jauh, Hari mengatakan kalau pemerintah pusat akan terus membangun sejumlah bendungan yang memang menjadi kebutuhan masyarakat, baik untuk keperluan pemenuhan kebutuhan air baku maupun untuk pengendalian banjir, juga sebagai suplai air irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Sumber : Merdeka.com