Friday, September 24, 2021
Home Nasional Kemesraan Presiden Jokowi dan Gubernur Aceh berlanjut ke Istana

Kemesraan Presiden Jokowi dan Gubernur Aceh berlanjut ke Istana

Hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf nampaknya tengah terjalin hangat. Betapa tidak, Jokowi rela menyempatkan diri ‘mampir’ ke Aceh hanya untuk memberi selamat kepada Irwandi Yusuf dan wakilnya Nova Iriansyah saat acara pengambilan sumpah di Gedung Paripurna DPRA, Rabu (5/7) lalu.

Padahal, saat itu Jokowi tengah dalam perjalanan ke Ankara, Turki untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hamburg, Jerman pada 7-8 Juli 2017.

Jokowi bersama ibu Negara, Iriana Jokowi tiba ke Aceh hanya untuk memberikan ucapan selamat secara langsung kepada gubernur dan wakil gubernur yang baru dilantik.

Jokowi dan rombongan tiba di gedung paripurna pukul 10.30 WIB. Tiba di gedung DPRA, Jokowi langsung memberikan salam pada Irwandi-Nova dan beberapa pejabat lainnya.

Setelah memberikan selamat dengan bersalaman, Jokowi bersama rombongan langsung kembali ke Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang untuk melanjutkan perjalanan.

Mendapat kehormataan dikunjungi dan diberi selamat oleh Presiden, Irwandi pun merasa tersanjung. Ia mengakui jika peristiwa tersebut termasuk langka.

Irwandi menuturkan, ini belum pernah terjadi sebelumnya. Di mana Presiden hadir langsung pada pelantikan gubernur-wakil gubernur Aceh. Jokowi meluangkan waktu untuk memberikan penghormatan pada pelantikan dan pengambilan sumpah gubernur-wakil gubernur Aceh. “Ini merupakan penghargaan tinggi untuk rakyat Aceh,” jelasnya.

Kemesraan keduanya rupanya berlanjut ke Istana Merdeka. Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah menjadi satu-satunya pasangan kepala daerah yang diundang Jokowi untuk makan siang di Istana.

Memakai pakaian dinas lengkap, keduanya tiba di Istana sekitar pukul 12.00 Wib, Selasa (11/7).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Aceh tak hanya mengajak wakilnya untuk bertemu dengan Presiden.

Dalam pertemuan turut hadir, Ketua DPR Aceh, Muharuddin beserta empat wakilnya. Hadir pula Wali Nangroe Malik Mahmud Al-Haytar, Sekretaris Daerah Aceh Dermawan, Ketua Bappeda Aceh dan Kepala Dinas Dayyah Bustami Usman.

Selain pejabat daerah, dalam peetemuan turut pula dihadiri oleh sejumlah ulama asal Aceh, diantaranya Walid Harmen, Rusli M Daud, Abi Hidayat, Tgk. Ismi Lc (Abu Madinah) dan Tgk HM Yakob.

Dalam pertemuan tersebut, rupanya dibahas terkait situasi Aceh yang masih rawan konflik.

Padahal, Irwandi menegaskan, Aceh sudah melewati masa konflik sehingga dapat dikategorikan sebagai daerah aman. Bahkan angka kriminal lebih kecil dibandingkan dengan provinsi lain.

“Masalah keamanan ini Aceh baik. Cuman ini hanya karena masalah dulu. Angka kriminalitas di Aceh sangat di bawah dengan provinsi tetangga. Tapi ini persepsi yang juga ditimbulkan oleh media massa,” ujar Irwandi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Kesempatan tersebut juga digunakan Irwandi meminta kepada Jokowi untuk meyakinkan investor untuk menenamkan modal di wilayahnya.

“Aceh kan wilayah konflik dulunya, tapi bagi orang luar dianggap baru makanya bagaimana ini investor agar tetap masuk ke Aceh,” ujarnya.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas masalah infrastruktur di Negeri Serambi Mekkah itu.

Presiden bahkan berkomitmen untuk membuka jalan tol nasional di Aceh. Dirinya menyatakan siap memenuhinya. “Untuk pembangunan fisik ini banyak investor siap membangun jalan tol dan itu dibolehkan oleh Presiden,” ujarnya.

“Kemudian, Presiden meminta kami menindaklanjuti program dari pusat untuk Aceh misalnya jalan tol KEK dan pembangunan irigasi.”

 

 

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/kemesraan-presiden-jokowi-dan-gubernur-aceh-berlanjut-ke-istana.html

Most Popular

Recent Comments