Kenaikan Harga Emas Dipicu Memanasnya Konflik Iran-AS

0
128

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 15.000 pada perdagangan hari ini, Rabu (8/1) menjadi Rp 799.000 per gram dari perdagangan kemarin di Rp 784.000 per gram. Harga emas ini merupakan harga tertinggi sejak 5 tahun terakhir.

Melonjaknya harga emas ini sebagai dampak pembunuhan seorang komandan penting Iran oleh Amerika Serikat (AS) yang memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Dikutip CNBC, harga emas di pasar spot naik 1,1 persen pada USD 1,568,19 per ounce.

Pada awal perdagangan emas sempat naik ke USD 1,582,59, tertinggi sejak April 2013. Emas berjangka AS juga naik 1,2 persen menjadi USD 1,568,80 per ounce.

“Pasar gelisah tentang apa yang terjadi selanjutnya antara Amerika Serikat dan Iran; ada risiko politik dan ada pembelian safe haven dalam emas,” kata ahli strategi pasar senior di RJO Futures, Bob Haberkorn.

“Ekuitas lebih rendah, dan ini adalah badai sempurna untuk emas sentuh harga lebih tinggi antara sekarang dan sampai kita mendapatkan kejelasan tentang situasi ini,” tambah dia.

Penyerangan Iran

Iran melancarkan serangan ke pangkalan udara Irak Al Asad Rabu (8/1) pagi beberapa jam setelah pemakaman Panglima Garda Revolusi Qassim Sulaimani. Pangkalan Udara itu menampung pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat.

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengkonfirmasi telah menembakkan lebih dari selusin rudal balistik dari Iran ke Irak sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Iran menembakkan roket untuk membalas pembunuhan orang terkuat nomor 2 di Iran tersebut. Menurut sebuah pernyataan di TV pemerintah.

“Pernyataan itu menyarankan Amerika Serikat untuk menarik pasukannya dari kawasan itu untuk mencegah lebih banyak kematian,” kata TV pemerintah.

Tidak diketahui pasti seberapa besar kerusakan atau pun korban jiwa di pangkalan tersebut. Juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman mengatakan pihaknya masih mendata sejumlah kerusakan akibat serangan Iran.

Hoffman menerangkan Teheran juga menargetkan pangkalan lainnya di Erbil, Irak selain pangkalan udara Al-Asad. “Kami sedang mengerjakan penilaian kerusakan pertempuran awal,” ujarnya.

Presiden AS Donald Trump telah menerima laporan singkat soal serangan terhadap fasilitas AS di Irak. Pemerintah AS sedang memantau situasi sekaligus berkonsultasi dengan tim keamanan nasional.

“Ketika kami mengevaluasi situasi dan respons kami, kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan personel, mitra dan sekutu A.S di kawasan,” terang Juru Bicara Gedung Putih Stephanie Grisham.

Sumber : Merdeka.com