Thursday, October 21, 2021
Home DIMENSI Kenali Dua Metode Penentuan Awal Bulan dalam Kalender Islam

Kenali Dua Metode Penentuan Awal Bulan dalam Kalender Islam

Bulan Ramadan sudah di depan mata. Penentuan 1 Ramadan di Tanah Air akan dilakukan melalui sidang isbat di bawah arahan Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia pada Jumat (26/5/2017) sore, menggunakan metode rukyatul hilal.

Di Indonesia, sudah sejak lama penentuan awal Ramadan selalu menjadi perdebatan di sejumlah kalangan umat Islam. Perbedaan metode yang digunakan mengakibatkan perbedaan keputusan yang diambil. Dua metode yang digunakan untuk menentukan awal bulan dalam kalender Islam adalah rukyatul hilal dan hisab.

Mayoritas ulama pada saat ini masih berpedoman dengan metode rukyatul hilal, yakni melihat posisi hilal, untuk menentukan awal bulan baru. Apabila hilal tidak terlihat, mereka menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Penentuan bulan melalui cara ini berdasar pada hadis yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim:

Shumu li ru’yatahi wa afthiru li ru’yatihi fain ghumma ‘alaihi fa istakmiluhu tsalatsina yauman,” yang artinya “Berpusalah karena melihat hilal (tanggal) dan berbukalah (berlebaranlah) kamu karena melihat hilal. Bila kamu tertutup oleh mendung, maka sempurnakanlah bilangan bulan sya’ban tiga puluh hari.”

Di saat ilmu dan teknologi semakin berkembang, metode hisab menjadi populer di kalangan ulama. Kata ‘hisab’ sendiri memiliki arti ‘perhitungan’’ yang mana metode hisab dalam dunia Islam digunakan dalam ilmu falak (astronomi).

Metode yang biasa digunakan PP Muhammadiyah ini, selain untuk menentukan awal bulan baru, juga dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat, gerhana, serta waktu salat.

PP Muhammadiyah sendiri, melalui metode hisab, telah jauh-jauh hari menentukan awal Ramadan 1438 H yang disebut akan jatuh pada tanggal 27 Mei 2017.

“Berdasarkan hasil hisab itu, PP Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1438 H jatuh pada Sabtu Pahing, 27 Mei 2017 M,” demikian bunyi maklumat yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan M Abdul Mu’ti, pada 1 Maret 2017.

Sementara itu, pemerintah masih akan melakukan sidang isbat untuk memastikan awal Ramadan benar-benar berdasarkan posisi hilal yang dipantau menggunakan indra penglihatan. Hasil sidang isbat akan diumumkan melalui konferensi pers.

Sumber : Kenali Dua Metode Penentuan Awal Bulan dalam Kalender Islam
Kenali Dua Metode Penentuan Awal Bulan dalam Kalender Islam
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments