Kepada Capaja TNI-Polri, Kapolri Beberkan Potensi-potensi Perpecahan Bangsa

0
22

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengisi pembekalan terhadap 781 calon praja TNI-Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Di hadapan para capaja, ia mengingatkan potensi-potensi perpecahan dalam berbangsa, salah satunya penetrasi budaya.

Semisal tokoh pahlawan super. Tito meyakini banyak dari masyarakat Indonesia lebih mengenal seluk beluk tokoh pahlawan super luar negeri seperti Superman, Batman, Spiderman ketimbang Gundala, Si Buta dari Gua Hantu.

“Budaya saja sudah dipenetrasi. Itu ancaman bagi bangsa. Itu kira-kira potensi perpecahan bangsa kita yang harus kita waspadai,” ujar Tito, Jakarta, Jumat (12/7).

Bukan menolak hadirnya para tokoh pahlawan super fiktif asing, namun ia mengimbau masyarakat kritis tepat tidaknya kultur dan pemahaman heroisme mereka yang dibawa lewat tokoh tersebut. Ia menambahkan, negara dalam hal ini juga patut dikritisi.

“Kita harus tanya dulu. Apakah perjalanan pembangunan bangsa sudah ada pada trek yang benar? Untuk mengangkat kesejahteraan rakyat?” ujarnya.

Selain penetrasi budaya, Tito juga menyebut dua faktor penyebab terjadinya pecah konflik, yakni faktor internal dan eksternal. Dari faktor internal, konflik bisa terjadi karena masyarakat kelas menengah belum mampu mendominasi segala sektor. Padahal, negara kuat adalah negara yang masyarakat kelas menengah memiliki peran dominan seperti ketahanan ekonomi.

“Kita harus jujur, kita belum mampu membuat bangsa kita dalam demografinya didominasi oleh kelas menengah, contoh Singapura, masyarakat kelas menengah mereka dominan,” ujar Tito.

Tidak hanya menengah di sisi ekonomi, ia juga mengingatkan agar masyarakat juga dewasa dalam berpolitik dan demokrasi. Jika faktor internal tercukupi, secara otomatis potensi perpecahan konflik akan mengecil.

“Dewasa dalam berdemokrasi, potensi konflik jadi lebih rendah karena kecukupan,” tegasnya.

Sumber : Merdeka.com