Friday, September 24, 2021
Home Nasional Ketua DPR Apresiasi MUI yang Terbitkan Fatwa Terkait Bermuamalah di Media Sosial

Ketua DPR Apresiasi MUI yang Terbitkan Fatwa Terkait Bermuamalah di Media Sosial

Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi mengeluarkan fatwa terkait bermuamalah di media sosial. Fatwa ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pengguna media sosial di Indonesia untuk tidak saling menebar kebencian, menyebarkan berita hoax dan menghindari tindakan negatif lainnya.

Ketua DPR RI, Setya Novanto menilai hal ini memang sesuai dengan prinsip, ajaran dan nilai yang dikandung oleh ajaran keagamaan, khususnya Islam.

“Sebagai organisasi panutan, Fatwa MUI tersebut merepresentasikannya sebagai organisasi Islam yang betul-betul mencontohkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai agama yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/6).

Dalam hal ini, Novanto sangat mengapresiasi Fatwa MUI tersebut, menurutnya dengan adanya Fatwa tersebut yang semakin menegaskan jati diri keislaman yang sesungguhnya, Islam yang menyebarkan kedamaian dan ketenangan, Islam yang menghargai perbedaan dan memandangnya sebagai realitas yang harus diterima dan Islam yang mengambil sikap tegas atas segala bentuk perilaku yang meresahkan, menyesatkan dan meruntuhkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa.

“Fatwa MUI yang dikeluarkan bersamaan dengan suasana Bulan Suci Ramadhan juga semakin menambah kekhusyukan kita sebagai Umat Islam dalam rangka menjalankan ibadah puasa dan amaliyah lainnya, demi menggapai kesucian dan fitrah. Semoga dengan peran MUI yang semakin representatif, akomodatif dan responsif akan memperkuat sendi-sendi yang mampu menopang persatuan dan kesatuan bangsa,” harapnya.

Diketahui MUI mengeluarkan fatwa yang mengharamkam 5 hal dalam rangka interaksi/muamalah di media sosial.

Pertama, larangan tersebut terkait dengan perilaku gibah (membicarakan keburukan/aib orang), namimah (adu domba) dan penyebaran permusuhan.

Kedua, perilaku bullying, ujaran kebencian, permusuhan atas dasar suku, agama dan ras atau antara golongan.

Ketiga, menyebarkan hoax serta informasi bohong meski dengan tujuan baik.

Keempat, menyebarkan materi pornografi/kemaksiatan.

Kelima, menyebarkan konten yang tidak benar dan tidak sesuai pada tempatnya.

 

Sumber : Ketua DPR Apresiasi MUI yang Terbitkan Fatwa Terkait Bermuamalah di Media Sosial
Ketua DPR Apresiasi MUI yang Terbitkan Fatwa Terkait Bermuamalah di Media Sosial
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments