Sunday, April 18, 2021
Home DKI Jakarta Ketua KPC PEN: Lansia jadi Target Prioritas Vaksinasi, Direktur P2P: Cakupan Masih...

Ketua KPC PEN: Lansia jadi Target Prioritas Vaksinasi, Direktur P2P: Cakupan Masih Rendah dan Berjalan Lambat

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Airlangga Hartarto dalam webinar Indonesia Bangkit yang diadakan secara virtual.

Harmoni Media – Pemerintah menyediakan Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 bagi lansia adalah salah satu langkah untuk mendorong percepatan program vaksinasi nasional demi mencapai target satu juta vaksin per bulan.

Lansia menjadi target prioritas vaksinasi karena kasus kematian akibat COVID-19 di Indonesia pada usia di atas 60 tahun terbilang sangat tinggi.

Hal tersebut diakui Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Airlangga Hartarto.

“Memang ini yang menjadi tantangan adalah para lansia. Tingkat kematian yang tinggi adalah rata-rata di sektor lansia. Di mana kasus kematian ini kebanyakan usianya di atas 60 tahun,” kata Airlangga dalam Webinar Indonesia Bangkit, secara virtual, Rabu (7/4).

Airlangga yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini juga mengatakan, tingginya angka kematian pada lansia membuat pemerintah segera mengambil langkah, yakni dengan memprioritaskan dan mempercepat penyuntikkan vaksin pada lansia. Adapun hingga saat ini suntikan vaksin COVID-19 secara keseluruhan yang telah dilakukan di Indonesia mendekati lebih dari 13 juta orang.

“Ini yang sedang ditangani oleh pemerintah dengan percepatan ataupun prioritas imunisasi di umur lansia,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam Dialog Produktif Rabu Utama, Partisipasi Lansia, Tugas Bersama yang dilaksanakan baru-baru ini, pada Rabu, 31 Maret 2021, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa cakupan vaksinasi Covid-19 bagi kelompok lansia belum mencapai target yang diharapkan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu mengakui bahwa vaksinasi lansia berjalan lambat.

“Proses percepatan vaksinasi pada lansia pada tahap kedua ini memang masih lambat,” papar Maxi.

Beberapa provinsi dengan target vaksinasi COVID-19 lansia cukup besar seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah menunjukkan juga angka yang masih sedikit. Vaksinasi pun masih terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Jakarta Pusat misalnya, vaksinasi lansia sudah mencapai 80 persen. Lalu, Surakarta dan Surabaya sudah 50 persen dari target.

“Sementara itu, 400-an kabupaten/kota masih di bawah 25 persen,” kata Maxi saat itu.

Menilik data Kementerian Kesehatan RI per 7 April 2021 pukul 15.00 WIB, baru 437.295 lansia yang sudah divaksin dua dosis vaksin COVID-19 dari target 21.553.118 lansia. Sementara lansia yang sudah disuntik dosis pertama ada 1.843.633 (8,55 persen).

Berikut informasi yang diterima dari berbagai sumber, yang memberi gambaran situasi jalannya vaksinasi bagi lansia di beberapa kota.

Tris (71), mengakui senang dan lega akhirnya bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis lengkap pada Selasa, 6 April 2021 di sebuah puskesmas di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Berbeda kisah dengan Pram (78), lansia yang tinggal di Kabupaten Sleman, DIY yang sebenarnya antusias divaksin tapi belum juga mendapatkan panggilan untuk vaksinasi COVID-19 sementara teman-teman lansia lain sudah.

“Sudah tanya ke dinkes, tapi katanya tunggu SMS blast dulu. Kalau belum dapat tahap ini, berarti tahap berikutnya,” kata Ami, putri dari Pram.

Tris merasa beruntung, berbekal informasi dari Pak RT lewat grup WhatsApp kompleks perumahan, ia bisa dengan mudah mendaftarkan diri mengikuti vaksinasi Covid-19 meski tidak ber-KTP Jawa Barat.

“Cuma daftar aja ke Pak RT untuk didata, besok divaksin,” katanya.

Bila data Tris sudah masuk, berarti pensiunan guru ini termasuk dari 2,03 persen lansia yang sudah divaksin di Indonesia.

Red

Most Popular

Recent Comments