Kewalahan Atasi Harga Bawang Putih, Pemprov DKI Ajukan Izin Impor

0
218

Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengatasi lonjakan harga pangan terutama bawang putih pada awal Bulan Ramadan. Untuk menekan lonjakan harga tersebut, Food Station telah mengatur izin impor bawang pada Kemendag.

Asisten Bidang Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta, Sri Haryati mengakui, jika pihaknya kesulitan untuk menekan harga bawah putih. Sehingga Pemprov DKI telah menugaskan Food Station untuk mengurus izin dan rekomendasi impor bawang putih di Kemendag.

“Saat ini terkait dengan rekomendasi dari kementerian pertanian belum diterbitkan, tapi yang kami lakukan adalah kami berkoordinasi jadi food station kami tugaskan untuk berkoordinasi dengan importir-importir,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/5).

Pemprov DKI juga berkoordinasi dengan importir bawang putih resmi. Harapannya agar saat bawang datang, Food Station bisa langsung mendapat jatah satu kontainer.

“Paling enggak saat mendarat ada satu kontainer, masing- masing ada 8 importir yang akan untuk bisa diberikan ke DKI,” jelasnya.

Solusi sementara, Pemprov DKI Jakarta mengandalkan operasi pasar BUMD dan Kementerian Pertanian untuk mengatasi mahalnya bawang putih.

“PD Pasar Jaya juga ada OP (operasi pasar) dari Kementan. Jadi pak menteri turun ke beberapa pasar di bawah PD Pasar Jaya,” terangnya.

Saat ini, lanjut Sri, harga bawang di OP DKI berkisar Rp 20-30 ribu sementara harga di Pasar Induk Rp 48 ribu. Harga itu belum masuk harga eceran di pasar tradisional.

 

 

Sumber : Merdeka.com