Wednesday, October 27, 2021
Home Nasional Kisah jambret di Samarinda yang marah kalau ibu dan saudara perempuannya dijambret

Kisah jambret di Samarinda yang marah kalau ibu dan saudara perempuannya dijambret

Usia Andika 22 tahun, masih terbilang muda. Untuk keempat kalinya, dia kembali mendekam di dalam penjara usai dibekuk warga, gara-gara menjambret dompet seorang pemotor wanita. Di balik sel, dia teringat ibu dan saudara perempuannya.

Berperawakan kurus, secara teori, semestinya dia begitu piawai mengendarai motor, menghindari buruan warga yang mengejarnya, usai dia menjambret. Namun, langkah seribu dia di atas motor untuk kabur, harus terhenti gara-gara motornya kehabisan bensin.

Dalam perbincangan bersama merdeka.com, Kamis (25/1) sore kemarin, dia mengaku telah berbuat tindak pidana sejak 2009. Menilik ke belakang, dia berbuat kejahatan sejak di usia bangku sekolah.

Teranyar, dia kembali beraksi melakukan aksi kejahatan jalanan Rabu (24/1) sore. Seorang pemotor wanita terlihat menaruh ponselnya di dashboard motor matik, saat akan masuk menuju SPBU di Jalan Kadrie Oening, Samarinda. Ide untuk menjambret, muncul di benak Andika.

Berhasil. Ya, dia memang berhasil menggondol ponsel incarannya. Namun tentu sang wanita itu tidak tinggal diam. Teriakannya meminta tolong, memantik perhatian warga pengguna jalan lainnya yang lantas mengejarnya.

Karena kelihaiannya, Andika lolos usai menerobos keramaian padatnya kendaraan saat itu. Hingga akhirnya, dia melintas jalan menembus di Jalan Anggur. Ya, pelariannya berakhir setelah motornya kehabisan bensin.

“Itu yang saya pakai, motor ibu saya. Karena ibu teman saya menggadai motor pinjam uang ke ibu saya,” kata Andika, ditemui merdeka.com di Mapolsekta Samarinda Ulu, Jalan Ir H Juanda.

Seketika saat menyebut ibunya, Andika yang berambut pirang itu, teringat ibu yang telah melahirkan, dan membesarkannya selama 22 tahun ini. Apalagi, dia punya saudara perempuan, yang seharusnya dia lindungi.

Lantas, bagaimana jika korban jambret itu, adalah ibunya, atau bahkan saudara perempuannya sendiri? Bagaimana jika korban jambret dari ibu atau saudaranya perempuannya itu, lantas terjatuh dari motor dan luka-luka usai dijambret?

Menjawab pertanyaan itu, Andika sempat terdiam lalu kemudian menjawabnya. “Ya pasti saya marah,” ucap Andika, dengan mata berkaca-kaca.

Lalu, bagaimana dengan sasaran korban jambret yang notabene adalah perempuan, sama halnya dengan ibu dan saudara perempuannya? “Ya, saya menyesal Pak. Minta maaf. Saya ingat ibu saya,” ungkap Andika.

Belakangan memang di Samarinda, pelaku jambret jalanan kembali marak. Tentu, itu bikin resah. Korbannya, pasti wanita yang sedang mengendarai motor. Ulah para penjambret ini, pilihannya hanya dua. Pelaku berhasil menjambret, atau korban luka-luka karena jatuh dari motor.

“Ya saya menyesal Pak,” sebut Andika lagi, seraya melangkah kembali masuk ke dalam jeruji besi Polsek. [rzk]

 

 

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-jambret-di-samarinda-yang-marah-kalau-ibu-dan-saudara-perempuannya-dijambret.html

Most Popular

Recent Comments