Monday, October 25, 2021
Home Nasional KKP Gelontorkan Rp 50 Miliar untuk Dukungan Usaha Budidaya Ikan

KKP Gelontorkan Rp 50 Miliar untuk Dukungan Usaha Budidaya Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Budidaya setidaknya telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 50 miliar sebagai kompensasi pemberlakukan Permen KP no 56 tahun 2016.

Kompensasi ini berupa dukungan sarana budidaya ikan untuk 2.246 RTP eks penangkap benih lobster masing-masing di Kab. Lombok Tengah sebanyak 873 RTP, Kab. Lombok Timur 1.074 dan Lombok Barat sebanyak 229 RTP.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menegaskan kembali bahwa pemberlakuan aturan ini untuk selamatkan kepentingan ekonomi yang lebih besar. Intinya kata dia, pemerintah ingin mengembalikan profesi masyarakat untuk kembali menjadi pembudidaya ikan, dimana profesi ini tidak kalah menjanjikan mengingat Lombok merupakan kawasan yang potensial untuk pengembangan budidaya.

“Kami telah menyerap aspirasi masyarakat dengan memberikan kesempatan pilihan usaha budidaya yang akan digeluti paska pengalihan ini. Karena sebenarnya mereka pada awalnya juga pembudidaya ikan, jadi kami akan kembalikan pada profesi semula. Dengan adanya aktivitas penangkapan benih ini telah secara langsung berdampak terhadap turunnya aktivitas budidaya secara drastis,” jelas Slamet saat memberikan arahan di depan ratusan perwakilan masyarakat penangkapan benih lobster di Teluk Bumbang, Lombok Tengah.

Slamet mengaku, pihaknya telah melakukan hitungan-hitungan ekonomi secara rinci, kesimpulannya dengan dukungan ini diharapkan tahap awal masyarakat akan meraup keuntungan masing-masing minimal Rp 2,5 juta per bulan.

Dirinya juga memastikan akan mengawal dari hulu hingga hilir, sehingga usaha budidaya ini akan berkesinambungan, tentunya dengan menggandeng seluruh elemen untuk bekerjasama.

“Kami pastikan bahwa untuk menjamin keberlanjutan usaha ini, kami akan beri dukungan fasilitasi bagi penguatan kapasitas SDM yaitu berupa pelatihan teknis budidaya, pasca panen (diversifikasi produk) dan manajemen usahanya serta pasar. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkas Slamet.

Sebelumnya, pihak Perum Perikanan Indonesia (Perindo), melalui Direktur Utamanya Syahril Jabarin menyatakan siap untuk mendukung program ini, terutama menjadi penyangga dalam menjamin penyerapan pasar hasil produksi usaha budidaya dari masyarakat. Intinya masyarakat tidak perlu khawatir dengan jaminan akses pasar.

Sementara, Sharif Syahrial, Direktur Badan Layanan Usaha (BLU) KKP, mengungkapkan bahwa pihaknya siap membantu akses pembiayaan untuk pengembangan usaha budidaya melalui system pinjaman lunak.

“Masyarakat tingga ajukan proposal pinjaman melalui pendamping kami yang ada di daerah masing-masing, dan kami siap tindak lanjuti,” katanya saat dialog dengan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTB, Muhhamad Amin, yang turut hadir menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTB siap untuk mengawal kesuksesan program ini. Beliau mengungkapkan harapannya agar program ini betul-betul mampu berdampak terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat.

Sementara itu dukungan sarana budidaya yang akan diberikan Pemerintah yaitu total sebanyak 2.246 paket (masing-masing paket senilai Rp 20 juta – 22 juta) untuk berbagai jenis usaha budidaya,masing-masing budidaya rumput laut 728 paket; budidaya ikan bawal bintang 655 paket; budidaya ikan kerapu 580 paket; budidaya bandeng 40 paket; budidaya udang vaname 20 paket; budidaya lele 209 paket; dan budidaya nila sebanyak 14 paket; serta 71 unit perahu untuk sarana angkut rumput laut.

 

 

Sumber : KKP Gelontorkan Rp 50 Miliar untuk Dukungan Usaha Budidaya Ikan
KKP Gelontorkan Rp 50 Miliar untuk Dukungan Usaha Budidaya Ikan
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments