Monday, January 24, 2022
Home Nasional Koneksi infrastruktur bakal dorong pemerataan ekonomi Jakarta

Koneksi infrastruktur bakal dorong pemerataan ekonomi Jakarta

Pembangunan infrastruktur yang menghubungkan wilayah-wilayah di sekitar Jakarta diperkirakan akan turut mendorong pemerataan ekonomi di kota-kota lain. Konektivitas infrastruktur ini sekaligus akan menciptakan pusat ekonomi baru yang mengikis ketimpangan antar wilayah perkotaan.

Director Industrial and Logistic Services Colliers International Indonesia, Rivan Munansa, mengatakan bahwa pembangunan di barat saat ini belum berjalan sebaik di wilayah timur yang terus bergerak dengan adanya pembangunan jalan tol maupun kereta api ringan yang dikenal juga sebagai Light Rail Transit (LRT). Dia mengungkapkan dengan dibangunnya Simpang Susun Cikupa di wilayah Barat, dapat membuat Tangerang makin berkembang.

“Sangat mungkin meningkatkan ekonomi dan juga sektor properti di kawasan tersebut. Selama ini, pasar kawasan industri timur dan barat memiliki karakteristik yang berbeda. Namun, daerah Tangerang dan sekitarnya juga memiliki pasarnya sendiri,” ungkap Rivan dari lembaga riset properti global tersebut di Jakarta, Rabu (1/8).

Rivan menyebut daerah bagian barat banyak diminati untuk e-commerce dan logistik. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan Cikupa menjadi hub baru di sana. Seperti diketahui, saat ini pemerintah mendorong optimalisasi di bidang e-commerce sebagai bagian dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Di era ekonomi digital, inovasi dan pengembangan teknologi memang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing nasional.

Sementara itu, salah satu konektivitas yang penting saat ini di wilayah barat yakni Jakarta dengan Banten sebagai hub yang menghubungkan wilayah Jawa dengan Sumatera.

Adapun salah satu proyek strategis yang gencar dibangun pemerintah antara lain proyek jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera. Percepatan proyek pun tampak dari pembangunan jalan tol Serang-Panimbang yang diprediksi mendorong konektivitas di Banten Selatan. Proyek jalan tol sepanjang 83 kilometer tersebut nantinya akan terkoneksi dengan jalan arteri di empat kabupaten/kota melalui tujuh Simpang Susun di sepanjang jalur tol.

Di antara proyek yang terhubung dengan tol ini adalah Simpang Susun Cikupa di Tangerang. Pemerintah Kabupaten Tangerang bersinergi dengan pihak swasta membangun simpang susun yang ditargetkan rampung pada 2020.

“Pengembangan Simpang Susun Cikupa dapat menghadirkan titik-titik ekonomi baru. Harapannya, dari pengembangan wilayah ini paling tidak dapat menciptakan aksesibilitas dan konektivitas antar Jakarta, Tangerang dan Merak,” kata Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan Dan Fasilitasi Jalan Daerah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sugiyartanto MT.

Simpang Susun Cikupa dikembangkan oleh PT Alam Sutera Realty Tbk dan CFLD International dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 500 miliar. Alam Sutera dikenal sebagai perusahaan pengembang properti terintegrasi melalui pembangunan, pengembangan, serta pengelolaan kawasan terpadu.

Adapun CFLD International adalah grup perusahaan pengembang global terkemuka, master planner, dan operator Kota Industri Baru berskala besar yang telah ikut berpartisipasi mendirikan kota-kota industri yang bertujuan untuk menjadi katalisator pengembangan sosio-ekonomi.

“Keberadaan infrastruktur yang memadai akan turut mengembangkan perekonomian wilayah-wilayah di Banten sehingga memiliki kemampuan yang setara dengan Jakarta,” kata Rivan.

Data Badan Pusat Statistik mencatat sepanjang 2017 ekonomi Banten tumbuh 5,71 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,07 persen. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi Banten diperkirakan akan semakin tinggi didorong oleh berbagai perbaikan antara lain permintaan barang ekspor, pengembangan industri pengolahan, dan properti. [idr]

 

 

Sumber : Merdeka.com

Most Popular

Recent Comments