Friday, January 28, 2022
Home Nasional Kontrak ditandatangani, Pelabuhan Patimban digroundbreaking awal Agustus

Kontrak ditandatangani, Pelabuhan Patimban digroundbreaking awal Agustus

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi hari ini menyaksikan penandatanganan kontrak pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat di Gedung Kementerian Perhubungan. Dengan ditandatanganinya kontrak ini maka JICA akan mengucurkan dana pinjaman untuk mengerjakan tahap 1. Adapun kontrak yang ditandatangani memiliki total nilai Rp 8,9 triliun.

“Bicara Patimban, kita ingin daya saing makin baik dan biaya logistik bisa ditekan lebih baik, maka kita anggap ini proyek penting dan harus dilakukan bersama untuk kejayaan Indoensia,” kata Menhub Budi di Kantornya, Jumat (27/7).

Penandatanganan dilakukan antara Direktorat Jendral Perhubungan Laut dengan konsorsium proyek yang beranggotakan perusahaan Jepang dan Indonesia, yaitu Penta Ocean-Toa-Rinkai-Wika-PP.

Setelah ditandatangani, Menhub Budi mengungkapkan akan dilakukan groundbreaking sebagai tanda mulai konstruksi proyek ini pada awal Agustus 2018.

Dalam kontrak ini akan dikerjakan diantaranya pembangunan terminal kendaraan (car terminal), terminal petikemas dan dermaga kapal Ro-Ro. “Teknisnya Patimban direncanakan akan layani 3,5 juta Teus dan nanti akan menjadi 5,5 juta Teus dan akhirnya menjadi 7,5 juta Teus. Artinya Patimban akan sama besar dengan Priok. Maka distribusi barang dari bagian tengah bisa terkoneksi lebih lancar,” tegas Menhub Budi.

Khusus pembangunan car terminal dan dermaga kapal Ro-Ro, menhub menargetkan akan selesai pada Maret 2019.

Seperti diketahui, pembangunan Pelabuhan Patimban ini akan dilakukan dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama terbagi dalam dua fase. Untuk fase pertama, Pelabuhan Patimban bakal memiliki terminal kendaraan yang bisa menampung 360 ribu unit per tahun.

Selain mencakup terminal kendaraan, fase kedua pada tahap pertama mencakup terminal peti kemas dengan kapasitas 800 ribu TEUs. Adapun kontrak pembangunan tahap pertama ini memiliki masa kerja 720 hari.

 

 

Sumber : Merdeka.com

Most Popular

Recent Comments