Kopi Liar Lencoh Warisan Belanda Sejak Tahun 1935

0
418

Masyarakat di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali bisa bernafas lega. Biji kopi yang dulunya hanya dihargai Rp 1.000 per kilogram, kini sudah naik secara drastis menjadi Rp 100.000 per kilogram untuk biji kopi kering.

Tentu kenaikan harga kopi itu tidak terlepas dari pengembang kopi liar lencoh, Iswondo. Wondo begitu disapa ini mulai mengolah biji kopi yang memiliki harga jual tinggi berawal saat dirinya mencicipi minuman kopi di Klinik Kopi Yogyakarta.

Di Klinik Kopi itu Wondo yang sedang mengantarkan tamu merasakan sensasi kopi yang nikmat. Hanya saja di Klinik Kopi itu belum ada jenis kopi yang berasal dari lereng utara Gunung Merapi. Padahal di Desa Lencoh mempunyai tanaham kopi yang umurnya sudah ratusan tahun merupakan peninggalan Belanda.

“Saya terinspirasi saat minum kopi di Klinik Kopi. Saya berpikir kok tidak ada jenis kopi dari Lencoh di sana. Padahal pohon kopi itu ada,” tutur Wondo, Selasa (1/5/2018).

Kopi liar lencoh merupakan warisan Belanda sejak tahun 1935. Pohon kopinya tumbuh liar berjenis Tipika. Dinamakan kopi liar karena pohon kopi hanya tumbuh di sekeliling tanaman perkebunan warga.

“Sejak akhir 2013, saya mulai memproses kopi liar lencoh setelah terinspirasi saat minum kopi di kafe Klinik Kopi Yogyakarta,” paparnya.

Tidak berapa lama pemilik Klinik Kopi Yogyakarta survei ke Kampung Lencoh, melihat secara langsung ada pohon kopi yang tumbuh liar, tidak ditanam khusus.

Menurutnya, dari sini kopi liar lencoh mulai diproses secara benar, dikembangkan dan dimasukan ke kafe-kafe sehingga mendongkrak harga jual kopi di Desa Lencoh.

Sumber : Kopi Liar Lencoh Warisan Belanda Sejak Tahun 1935
Kopi Liar Lencoh Warisan Belanda Sejak Tahun 1935
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here