KPK: Kasus Garuda Siap Dilimpahkan ke Pengadilan

0
679

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhamad Syarif menegaskan, terkait penyidikan kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Air Bus di PT Garuda Indonesia Tbk dengan dua tersangka Emirsyah Satar dan Soetikno Soedardjo, mengarah pada penggunaan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Beber Laode, hal tersebut dilakukan oleh penyidik karena pihaknya menemukan ada perubahan bentuk atau penyamaran uang hasil korupsi oleh bekas Dirut Garuda Emirsyah dan Soedardjo.

“TPPU-nya tersebut masih jadi bagian yang diselidiki oleh penyidik kami. Kasus ini siap dilimpahkan ke pengadilan,” ujar Laode kepada media, di sela-sela Diskusi Publik ‘Merawat Surga Perikanan Bitung’ di Ballroom A, Ayana Mid Plaza, Jl Jendral Siudirman, Jakarta, Selasa (9/5).

Dalam penanganan kasus tersebut, penyidik telah membekukan rekening milik Emirsyah di Singapura yang diduga sebagai tempat transaksi suap dari Roll Royce melalui Soetikno.

Sementara, tim KPK telah mendeteksi sejumlah aset Emisyah baik di dalam hingga luar negeri yang dicurigai hasil dari tindak pidana korupsi. Bahkan, dalam upaya penyamaran tersebut, Emirsyah melibatkan pihak keluarga.

Selanjutnya, KPK juga sudah menggeledah kantor Soetikno. Dalam penggeledahan tersebut KPK berhasil mengamankan dokumen yang diduga berkaitan dengan penanganan kasus itu.
Sekedar informasi, mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar diketahui menerima suap terkait pengadaan pesawat dan mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbus milik Garuda Indonesia. Nilai suap itu lebih dari Rp20 miliar dan bentuk uang dan barang yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Dalam menangani perkara tersebut, KPK bekerja sama dengan penegak hukum negara lain karena kasus korupsi ini lintas negara. Perantara suap, yakni Soetikno Soerdarjo diketahui memiliki perusahaan di Negeri Singa.

KPK menyatakan perkara ini murni perkara individu, bukan korupsi korporasi. Sehingga PT Garuda Indonesia dilepaskan dari perkara hukum ini.

Dalam perkara ini, Emirsyah Satar disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sedangkan Soetikno Soerdarjo disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sumber : KPK: Kasus Garuda Siap Dilimpahkan ke Pengadilan
KPK: Kasus Garuda Siap Dilimpahkan ke Pengadilan
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here