Kurang Berat Badan pada Balita Bisa Timbulkan Risiko Jangka Pendek dan Panjang

0
65

Balita yang memiliki berat badan kurang (underweight) ternyata menyimpan risiko berbahaya jangka pendek dan panjang. Dalam jangka pendek, efek yang muncul adalah rendahnya sistem kekebalan tubuh yang membuat mereka jadi rentan sakit.

“Pertumbuhan anak jadi tidak optimal. Yang pasti mengganggu tumbuh kembang anak. Anak nanti cenderung pendek,” kata dokter spesialis anak konsultan Conny Tanjung dalam acara “Dukung Orangtua Cek Berat Badan Ideal Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal” di Kemang, Jakarta.

Efek jangka panjang yang dialami anak bisa mengalami gangguan perkembangan otak dan fisik, seperti gangguan daya pikir juga interaksi sosial. Saat dewasa, anak tersebut mengalami gangguan kesehatan yakni penyakit metabolik.

“Masalah (gangguan kesehatan) saat dewasa bisa berupa penyakit metabolik. Contohnya, penyakit jantung, diabetes melitus, dan hipertensi,” lanjut Conny.

Berat badan balita kurang berujung perlambatan pertumbuhan. Kondisi yang tidak tertangani ini akan membuat anak jadi stunting.

“Perlambatan pertumbuhan bisa membuat anak jadi stunting, terutama menyasar pada anak di bawah 2 tahun,” Conny menambahkan.

Stunting adalah kekurangan gizi kronis pada anak, yang disebabkan kurang asupan dan nutrisi. Faktor penyebab stunting bukan hanya dari gizi saja, melainkan MPASI yang tidak tepat, sanitasi buruk, dan lingkungan tempat tinggal anak yang tidak higienis.

 

Sumber : Merdeka.com

Comments

comments