Langgar Aturan Sendiri, Profesor Lockdown di Inggris Mundur

0
87

Foto: Pakar epidemiologi Inggris Neil Ferguson yang dijuluki “profesor Lockdown (dok.Reuthers)

Harmoni Media — Di Inggris, seorang pakar epidemiologi Neil Ferguson yang dijuluki ‘profesor lockdown’ telah mengundurkan diri dari perannya sebagai penasehat pemerintah untuk penanganan virus Corona atau Covid-19.

Sang “Profesor Lockdown” disoroti karena dinilai melanggar aturan pembatasan sosial tersebut.

Suratkabar setempat melaporkan Profesor Ferguson, yang menyarankan pemerintah untuk melakukan lockdown, justru melanggar aturan itu ketika menerima kunjungan seorang wanita dalam dua kesempatan.

Aturan yang berlaku melarang warga Inggris keluar rumah kecuali untuk berbelanja makanan, berolahraga, kebutuhan medis, atau jika mereka tidak dapat bekerja dari rumah.

Profesor Ferguson, yang bekerja di Imperial College di London mengatakan mundur dari posisi penasehat yang berperan penting dalam merumuskan kebijakan pemerintah terkait Covid-19.

Pemodelan yang dilakukan tim-nya dipandang sebagai titik balik dalam respons Pemerintah Inggris terhadap pandemi ini.

Pemodelan itu memproyesikan skenario terburuk di Inggris dengan kematian hingga 500.000 orang. Inilah yang mendorong pemerintah segera berlakuan aturan lockdown.

“Tindakan saya didasari atas keyakinan bahwa saya imun setelah dites positif Corona dan telah menjalani isolasi hampir dua minggu setelah mengalami gejala,” katanya.

“Saya sangat menyesalkan jika pesan yang jelas soal perlunya menjaga jarak untuk mengendalikan epidemi ini jadi terganggu,” katanya.

Jumlah korban meninggal di Inggris saat ini sebanyak 32.313 orang, sekitar setengah dari jumlah korban di AS sebanyak 70.646 orang.(Red)