Lewat video conference, KPU pantau Coklit data pemilih di luar negeri

0
52

Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru saja melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih luar negeri melalui video conference untuk pemilu 2019. Kegiatan ini dilakukan serentak dengan 9 daerah perwakilan Indonesia di luar negeri dari total 130 negara.

Adapun video conference dimulai dari daerah perwakilan di Kinabalu, Manila, Seoul, Kuala Lumpur, Sydney, Den Haag, New York, Pretoria dan Riyadh.

Ketua kelompok kerja panitia pemilihan luar negeri Wajid Fauzi yang hadir di KPU menyampaikan, video conference terkait coklit dengan sejumlah negara merupakan hal yang baru pertama kali dilakukan.

“Ada sembilan yang akan terconnect. Coklit di sembilan wilayah. Ini merupakan hal baru, mari gunakan sebaiknya warga negara Indonesia, termasuk di luar negeri menggunakan haknya,” ucap Wajid, di Gedung KPU Pusat,¬†Jakarta¬†Pusat, Selasa (17/4).

Jumlah Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu Luar Negeri (DP4LN) sendiri berjumlah 2.049.708 Pemilih, sedangkan Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPT) Pemilu 2014 sebanyak 2.038.711 Pemilih.

Di tempat yang sama, Komisioner KPU yang bertugas sebagai pelaksana harian ketua (Plh) KPU Wahyu Setiawan mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjamin hak politik warga negara di manapun mereka berada.

“Jadi gerakan coklit sedunia di 130 perwakilan di luar negeri. Ini upaya memastikan, sekaligus menjamin hak politik warga negara dilindungi. Kita fokus adil, setara melayani seluruh pemilih di dalam dan luar negeri,” kata Wahyu ketika membuka video conference.

Diadakannya coklit diharapkan dapat mendapatkan data pemilih akurat dan komprehensif di manapun para pemilih berada.

“Dengan demikian data tersaji lebih akurat. Ini dimaksudkan untuk mendorong partisipasi warga pemilih dalam pemilu 2019,” ujarnya.

Kegiatan video conference KPU dengan PPLN/Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) di 9 daerah perwakilan luar negeri mencakup, disampaikannya pembentukan badan pemilu di tiap-tiap daerah perwakilan oleh perwakilan RI di masing-masing daerah, PPLN menyerahkan perlengkapan coklit dan dicontohkannya Pantarlih melaksanakan coklit, seperti di Kuala Lumpur, Sydney dan Pretoria.

Seperti yang ditampilkan dalam video conference, nama, nomor Paspor, alamat tempat tinggal dan nomor telepon pemilih, menjadi bagian dari data-data yang dibutuhkan panitia ketika melakukan coklit.

Pada coklit hari ini, KPU juga menghadirkan perwakilannya di beberapa negara, seperti Ketua KPU Arief Budiman di Kinabalu, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di Manila dan Komisioner KPU Hasyim Asyari di Seoul.

“Kami bersama warga Indonesia yang ada di Kinabalu. Sebagian sudah kita lakukan coklit dan akan dilanjutkan kembali hari ini,” ucap Ketua KPU Arief Budiman dalam video conference coklit di Kinabalu.

Daerah perwakilan Kinabalu dilaporkan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2014 di sana yaitu 159.873 pemilih. 100.000 pemilih sementara ini bisa di Coklit dari sekitar 120.000 data pemilih yang sudah diinput ke sistem data pemilih (sidalih).

Tahapan coklit serentak baik di dalam dan luar negeri sendiri dilakukan sejak hari ini, Selasa, 17 April sampai 17 Mei 2018.

 

 

 

Sumber : merdeka.com

Comments

comments