Monday, October 18, 2021
Home NASIONAL UMUM MAARIF Institute Sesalkan Adanya Politisasi Kebijakan Sekolah 8 Jam

MAARIF Institute Sesalkan Adanya Politisasi Kebijakan Sekolah 8 Jam

Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Abdullah Darraz menyayangkan adanya pihak-pihak yang menolak kebijakan Sekolah 8 Jam yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Terlebih penolakan-penolakan tersebut kental dengan nuansa politik didalamnya.

“Kebijakan pendidikan bukanlah instrumen politik murahan untuk tawar menawar politik. Tidak elok kebijakan pendidikan dijadikan alat politik oleh politisi tuna visi,” ujar Abdullah Darraz di Jakarta, Rabu (9/8).

Menurutnya, adanya penolakan dari tokoh-tokoh terhadap kebijakan Sekolah 8 Jam ini sama sekali tak berdasar, pasalnya Kebijakan Sekolah 8 Jam yang tertuang dalam Permendikbud No.23 Tahun 2017 sama sekali bukanlah kebijakan Full Day School.

“Permendikbud ini adalah kebijakan untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Kebijakan Sekolah 8 Jam adalah salah satu instrumen dari Program Penguatan Pendidikan Karakter dari Kemdikbud. Tujuannya adalah membangun karakter kebangsaan anak-anak pelajar,” tuturnya.

Darraz menjelaskan bahwa program ini sangat penting untuk memberikan ruang dan waktu lebih luas bagi pihak sekolah dan publik untuk secara kreatif menciptakan aktivitas sekolah yang lebih positif bagi pelajar.

Darraz mengingatkan bahwa upaya-upaya pemerintah Jokowi dalam memajukan pendidikan mesti mendapatkan apresiasi.

“Bahwa kebijakan tentu memiliki kelemahan, mestilah direspon dengan bijak melalui saluran yang telah disediakan. Bukan dengan manuver pernyataan politik. Terlalu mahal masa depan pendidikan kita jika hanya menjadi bahan politisasi politisi-politisi yang berpandangan pendek” pungkasnya.

 

 

Sumber : MAARIF Institute Sesalkan Adanya Politisasi Kebijakan Sekolah 8 Jam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments