Masih Banyak Batas Maritim Indonesia Belum Ditentukan

0
13

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) menggelar focus group discussion tentang delimitasi batas maritim di Jakarta, Selasa (08/10/2019). Diskusi ini melibatkan Kementerian Luar Negeri, Pushidros TNI AL dan berbagai pihak terkait dengan tujuan memperdalam wawasan dalam menentukan batas laut Indonesia dengan negara tetangga.

Plt. Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Kemaritiman, Agung Kuswandono mengatakan, batas negara sangat penting tidak hanya dari sisi ekonomi namun sisi kedaulatan dan ketahanan negara. Namun, merumuskan batas ini tidak semudah teorinya.

“Batas maritim kita saat ini masih banyak yang belum dilegitimasi dalam bentuk perjanjian. Kita punya 10 negara yang berbatasan dengan Indonesia dan baru satu yang punya perjanjian, yaitu Singapura. Sementara yang lain sedang dalam proses,” ujarnya di Jakarta, Selasa (8/10).

Agung melanjutkan, penyelesaian batas maritim ini harus dilihat secara makro. Kalau tidak dilakukan, akan terjadi friksi atau insiden. Seperti ketegangan antara Indonesia dengan Vietnam, di Natuna baru-baru. Garis Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Natuna dilaporkan mengalami klaim tumpang tindih karena tidak ada perjanjian antara Indonesia dan Vietnam.

Bila tidak ada batas ZEE yang jelas, maka akan terjadi tumpang tindih dalam pengelolaan sumber daya laut.

“Jangan sampai kita menunggu insiden lagi lalu baru kita ribut. Harus ditentukan dari sekarang, oleh karenanya diharapkan FGD ini bisa menambah wawasan dalam menentukan batas maritim di perundingan,” tuturnya.

Sumber : Merdeka.com