Melalui Surat, Xi Jinping Nyatakan Siap Bantu Kim Jong-un Terkait Pandemi Covid-19 di Korut

0
27

Foto: Xi Jinping dan Kim Jong Un bertemu di Pyongyang (dok.KCNA via Reuters)

Harmoni Media — Presiden China Xi Jinping dalam suratnya kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan negaranya siap membantu Korut untuk menangani penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Xi menuturkan dia sangat memberi perhatian kepada situasi di Korut dan warga negara itu di tengah pandemi Corona. Meski Korut selama ini belum melaporkan satu pun kasus Corona.

“China bersedia meningkatkan kerja sama untuk menangani pandemi dengan rakyat Korea Utara dan memberi bantuan. Dengan upaya bersama China dan Korut serta komunitas internasional, kemenangan atas pandemi ini akan diraih,” kata Xi, seperti dikutip South China Morning Post, Sabtu (9/5).

Xi juga menuturkan China memiliki hubungan penting dengan Korut dan akan bekerjasama dengan Kim untuk menjalin komunikasi.

Jumat lalu media pemerintah Korut mengatakan Kim mengirimkan pesan lisan kepada Xi dengan mengatakan “China memperlihatkan kesuksesan pencegahan penularan Covid-19.”

Kim sebelumnya mengirimkan surat kepada Xi pada Februari lalu dengan mengatakan Korut memberi bantuan keuangan kepada China dan ikut merasakan penderitaan dan cobaan yang dialami rakyat China.

Komunikasi kedua pemimpin negara ini menyusul serangkaian spekulasi tentang keberadaan dan kondisi kesehatan Kim yang sejak beberapa pekan tidak muncul di depan publik. Kim tidak hadir dalam perayaan hari peringatan kelahiran kakeknya sebagai pendiri Korut, Kim Il-sung pada 15 April lalu.

Kim kemudian baru muncul di depan publik pada 2 Mei ketika meresmikan pabrik pupuk yang dihadiri sejumlah pejabat senior, termasuk adik perempuannya Kim Yo-jong dan orang kepercayaannya Pak Pong-ju.

Meski Korut tidak melaporkan satu pun kasus Covid-19, mereka mengaku sudah mengkarantina sejumlah warga asing untuk mencegah penyebaran corona. Korut juga membatalkan ajang lari maraton tahunan di Pyongyang dan menempatkan sejumlah orang dalam pengawasan di Provinsi Pyongan Utara yang berbatasan dengan China. (Red)