Friday, January 28, 2022
Home Nasional Menakjubkan! Ini Bukti Angka Kemiskinan RI Terendah Dalam Sejarah

Menakjubkan! Ini Bukti Angka Kemiskinan RI Terendah Dalam Sejarah

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Indonesia per Maret 2018 mengalami penurunan menjadi sebesar 9,82%. Menakjubkannya, angka itu menjadi angka paling rendah sepanjang sejarah.

Hal itu diungkapkan Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers neraca perdagangan Juni 2018. Ia menyatakan angka kemiskinan per Maret tahun ini menjadi single digit.

Sebelumnya, sejak 2011 tingkat kemiskinan di Indonesia masih dalam persentase double gidit, yakni 12,49%, dan setelah tujuh tahun berjalan, tingkatnya menjadi 9,82% atau single digit.

Angka 9,82% itu jika dikonversikan sama dengan 25,95 juta jiwa. Angka itu merupakan hasil penurunan sebesar 633.000 dari kondisi September 2017 yang sebesar 26,58 juta jiwa penduduk yang berada dalam kemiskinan.

Meski secara nasional angka kemiskinan mengalami penurunan, Suhariyanto mengungkapkan pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah yang besar dalam menurunkan angka kemiskinan.

Pasalnya, perbandingan angka kemiskinan antara kota dan desa sangat tinggi sekali. Angka kemiskinan di desa 13,20% atau hampir dua kali lipat dibandingkan dengan kota yang sebesar 7,02%.

Suhariyanto mengatakan angka kemiskinan jika dilihat berdasarkan pulau, paling besar berada di wilayah Indonesia Timur yakni Maluku dan Papua.

“Pemerintah masih punya PR (pekerjaan rumah) karena Indonesia seperti Maluku-Papua masih 21,20%,” kata Suhariyanto di kantor BPS pusat, Jakarta, Senin (16/7).

Ia pun berharap dengan pembangunan infrastruktur yang merata dapat membantu menekan angka kemiskinan di wilayah Indonesia Timur tersebut.

Selain menurunnya angka kemiskinan di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) juga melaporkan bahwa garis kemiskinan di Indonesia mengalami kenaikan standar 3,63%, dari Rp 387.160 per kapita pada September 2017 menjadi Rp 401.220 per kapita per bulan di Maret 2018.

Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS Harmawanti Marhaeni mengatakan garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin.

“Iya, jadi garis kemiskinan di Maret 2018 itu menurut pendapatannya Rp 401.220 per kapita per bulan,” kata Harmawanti dilansir dari detik.com, Selasa (17/7).

Ia menjelaskan, jika masyarakat di Indonesia punya pendapatan di atas dari batas yang ada per Maret 2018, maka tidak tergolong sebagai orang miskin. Sebaliknya, jika pendapatannya di bawah batas maka masuk ke dalam golongan orang miskin.

 

Sumber : Menakjubkan! Ini Bukti Angka Kemiskinan RI Terendah Dalam Sejarah
Menakjubkan! Ini Bukti Angka Kemiskinan RI Terendah Dalam Sejarah
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments