Monday, August 2, 2021
Home Niaga Menebak arah bisnis 7-Eleven usai dicaplok Charoen Rp 1 triliun

Menebak arah bisnis 7-Eleven usai dicaplok Charoen Rp 1 triliun

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk mengakuisisi bisnis convenience store 7-Eleven dari PT Modern International Tbk (MDRN). Aksi korporasi ini ditandai dengan penandatanganan Business Acquisition Agreement antara PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI), perusahaan terkendali Perseroan dengan PT Modern Sevel Indonesia (MSI) perusahaan terkendali dari PT Modern International TBk.

Dalam laporan PT Charoen Pokphandke Bursa Efek Indonesia (BEI) disebutkan bahwa CPRI menyetujui rencana pengambilalihan kegiatan usaha MSI di bidang rumah makan dan toko modern beserta aset aset terkait berdasarkan sistem waralaba. Nilai akuisisi ini tercatat mencapai Rp 1 triliun.

“Nilai dari transaksi tersebut sebesar Rp 1 triliun dengan merujuk hasil dari penilaian dan uji tuntas,” Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Tbk Tjiu Thomas Effendy dalam laporannya.

Selanjutnya, proses akuisisi akan tuntas sebelum 30 Juni 2017, setelah semua syarat terpenuhi.

“Apabila transaksi dilakukan, Perseroan dapat melakukan kegiatan ekspansi usaha di bidang distribusi serta dapat mendukung kegiatan penjualan produk makanan olahan dan minuman olahan yang diproduksi oleh Perseroan dan entitas anaknya.”

Dari aksi korporasi ini, bagaimana bisnis 7-Eleven ke depannya? Silakan klik selanjutnya.

Pengamat pasar modal Indonesia, Harry Su mengatakan, aksi korporasi ini mempunyai maksud dan tujuan berbeda bagi masing-masing perusahaan. Untuk PT Modern International Tbk (MDRN), dana yang didapat akan digunakan untuk membayar utang. Sedangkan untuk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, gerai 7-Eleven akan digunakan untuk penyaluran makanan ayam seperti chicken nuggets.

“Untuk gerai yang sudah ada dan dimiliki langsung (sekitar 12-an toko) bisa sama saja konsepnya dengan yang ada selama ini,” ucap Harry kepada merdeka.com diJakarta, Kamis (27/6).

Hingga September 2016 lalu, jumlah gerai 7-Eleven di Indonesia tercatat 166 gerai. Adapun sepanjang tahun 2016, MDRN telah menutup sebanyak 25 gerai 7-Eleven di Indonesia.

Tak hanya itu, Harry juga menebak bahwa 7-Eleven Indonesia ke depannya akan mengadopsi konsep seperti di Thailand. Di sana, 7-Eleven terbilang kecil dan sangat sempit di pusat keramaian. Seperti diketahui, induk perusahaan Charoen Pokphand Indonesia yaitu Charoen Pokphand Group memiliki lebih dari 9.500 outlet 7-Eleven di Thailand.

“Itu bisa seperti cara Charoen Phokphand kembangin di Thailand. Di Bangkok mereka juga punya,” katanya.

Meski demikian, Harry pesimis Charoen akan mendapatkan untung dalam waktu singkat melalui aksi korporasi ini. Mengingat, gerai 7-Eleven sendiri banyak yang tutup dan merugi di Indonesia.

“Harga (akuisisi) tidak murah dan untuk menuai hasil itu dalam jangka waktu menengah. Menurut saya minimal 2-3 tahun ke depan.” [idr]

 

 

https://www.merdeka.com/uang/menebak-arah-bisnis-7-eleven-usai-dicaplok-charoen-rp-1-triliun-splitnews-2.html

Most Popular

Recent Comments