Menjajal JPO Sudirman Tanpa Atap di Siang Hari

0
39

Jakarta РGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menghilangkan atap jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Pembongkaran dilakukan demi nilai estetika keindahan tata kota.

Rabu (6/11) pukul 10.45 WIB. Pantauan di sekitar, tampak petugas Dinas Bina Marga DKI tengah melakukan pemugaran dengan mengecat dan merapikan tanaman yang tumbuh di di bibir JPO.

Merasakan menyeberang di JPO tanpa atap di siang hari tentu rasa panas lebih menyengat. Namun karena akses menyeberang yang ada hanya ini, maka tiada alasan untuk tak menggunakannya.

Kepala Dinas Bina Marga, Hari Nugroho mengatakan, atap JPO dicopot supaya pejalan kaki dapat merasakan sensasi menyeberang seperti di luar negeri. Dia berharap, para penyeberang jalan dapat menikmati pemandangan langit Jakarta dengan lebih indah.

“Artinya JPO tidak hanya selalu untuk menyeberang, tapi menikmati pemandangan,” katanya.

Sebagai informasi, letak JPO tanpa atap di Sudirman ini tepat berada di sebelah Indofood Tower atau dekat Stasiun MRT Sudirman. Atap JPO Sudirman sendiri diketahui sudah dilepas sejak kemarin, Selasa 5 November 2019.

Anies Setujui Atap JPO Sudirman Dibuka

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, pembukaan atap jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat sudah melalui persetujuan Gubernur Anies Baswedan.

“Sebelumnya sudah mohon arahan gitu Pak Gubernur setuju ya udah jadi konsepnya terbuka,” katanya saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (6/11).

Rencananya tak hanya JPO Jalan Sudirman saja yang akan dibuka atapnya. Kendati begitu Hari masih enggan menyebutkan lokasi detailnya.

Sementara itu, bila konsep JPO untuk terintegrasi dengan Bus Transjakarta hanya akan direvitalisasi dengan konsep berbeda. Layaknya, JPO Gelora Bung Bung Karno (GBK) yang dilengkapi sejumlah fasilitas menarik.

“Kalau menuju halte kan mau naik bus itu tidak dibuka kanopi nya karena orang mau naik bus konsepnya beda lagi,” jelasnya.

Hari mengungkapkan, konsep terbuka akan memberikan pengalaman baru untuk para penyeberang. Sebab mereka dapat melihat pemandangan sisi lain dari Jakarta.

“Kita buka selain konsep nya untuk menyeberang agar punya pengalaman baru jadi lihat view pemandangan Jakarta yang sekarang udah bagus,” jelasnya.

Sumber : Merdeka.com