Monday, January 17, 2022
Home Dunia Menpora apresiasi Hurairah peraih dua medali emas di World Hapkido Championship Korea

Menpora apresiasi Hurairah peraih dua medali emas di World Hapkido Championship Korea

Menpora Imam Nahrawi memberikan penghargaan kepada atlet Hapkido Hurairah yang meraih dua medali emas (nomor lompat tinggi dan lompat jauh) di ajang World Hapkido Championship di Seol, Korea pada 28-29 Juli 2018. Apresiasi tersebut berupa piagam penghargaan dan uang pembinaan kewirausahaan sebesar 15 juta untuk Hurairah.

“Jangan lihat hadiahnya, ini adalah respon pemerintah setelah melihat prestasi Hurairah,” kata Imam saat menerima Hurairah bersama pendamping Sayid Ali Rafsanzani di rumah dinasnya, Komplek Widya Chandra, Jakarta, Rabu (15/8).

Menpora berpesan kepada Hurairah agar dapat memanfaatkan penghargaan ini sebaik-baiknya, agar di kemudian hari tidak ada lagi atlet-atlet yang bernasib kurang baik. Selain itu, belum terdaftarnya Hapkido di Komite Olahraga Nasional indonesia (KONI), ia pun akan segera menindaklanjuti agar cabang olahraga Hapkido masuk dalam KONI.

Imam Nahrawi saat menerima Hurairah bersama pendamping Sayid Ali Rafsanzani di rumah dinasnya 2018 Merdeka.com

Sementara itu, Huraiah mengaku sangat senang dan bangga dapat bertemu sekaligus diberikan penghargaan oleh Menpora secara langsung. Dia berharap ke depan, olahraga Hapkido ini dapat dikenal masyarakat dan terdaftar di KONI.

“Dikasih pesan sama pak Menteri uangnya jangan difoya-foya, disuruh tingkatkan kewirausahaannya, karena nanti ada ajang penghargaan bagi wirausaha muda,” kata pria yang juga tengah berbisnis gorengan di rumahnya.

Hurairah bercerita bahwa awal mula mengenal Hapkido saat mengikuti olahraga taekwondo. Namun, karena taekwondo lebih kepada tarung, ia mengaku tidak sanggup melanjutkannya, mengingat ia pernah patah gigi dan badannya sakit-sakitan. Akhirnya, ia pun diajak oleh pelatihnya yang merupakan pelatih Taekwondo juga untuk mencoba Hapkido.

Imam Nahrawi saat menerima Hurairah bersama pendamping Sayid Ali Rafsanzani di rumah dinasnya 2018 Merdeka.com

“Itupun cuma ikut-ikut aja, dibilang sama pelatih karena olahraga ini praktis, semua olahraga beladiri lain mencakup di sini semua,” kata pria kelahiran Banda Aceh, 1 April 1997 itu.

Setelah menjalani latihan Hapkido, ia mulai mengikuti Kejurnas-kejurnas Hapkido di beberapa daerah. Prestasi yang ia raih di Korea juga mendapat penghargaan dari pemerintah setempat yakni beasiswa untuk kuliah. Ia pun berencana untuk mengambil jurusan olahraga di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Capaian prestasi yang didapat Hurairah tak ingin berhenti sampai di sini. Dirinya tengah mempersiapkan diri untuk kejuaraan-kejuaraan selanjutnya.

“Insya Allah ada kabar kejuaraan dunia Hapkido di Itali 2020 dan saat ini sedang dicanangkan untuk turnamen se-Asia Tenggara di Indonesia,” tutupnya di akhir perbincangan. [hhw]

 

 

Sumber : Merdeka.com

Most Popular

Recent Comments