Monday, January 24, 2022
Home Dunia Menpora Malaysia sebut hukuman cambuk di depan umum menunjukkan kemunduran

Menpora Malaysia sebut hukuman cambuk di depan umum menunjukkan kemunduran

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, menentang dilakukannya hukuman cambuk terhadap dua perempuan lesbi oleh Pengadilan Syariah di depan umum.

Dia menilai pemberian hukuman itu menunjukkan kemunduran bagi Malaysia. Dia juga berharap hukuman semacam ini tidak terulang kembali di negaranya.

“Saya mengajukan rasa keberatan kepada Kabinet tentang metode yang digunakan untuk membuat jera dua perempuan di Terengganu. Bagi saya (hukuman) itu adalah kemunduran untuk Malaysia,” ungkap Syed Saddiq, dikutip dari AFP, Jumat (7/9).

Syed Saddiq menjelaskan bahwa Malaysia adalah negara multiras yang moderat. Oleh karena itu, dalam menegakkan hukum khususnya dari Islam, segala hal patut dipertimbangkan mulai dari apakah hukuman itu bisa mendidik dan membawa kedamaian.

“Beberapa orang menyebut proses pencambukan itu sebagai sesuatu yang sepele, padahal kenyataannya lebih dari itu. Hal itu dilakukan di depan umum, dan secara tidak langsung memberikan rasa malu bagi kedua perempuan itu karena sekarang identitas mereka terbongkar,” jelasnya.

“Tidak hanya itu, tampak juga anak-anak dan balita menonton proses penghukuman itu. Ini jelas kemunduran yang sangat besar bagi Malaysia,” lanjutnya.

Senada dengan Syed Saddiq, Perdana Menteri Mahathir Mohamad juga menilai bahwa hukuman yang diberikan oleh Pengadilan Syariah terhadap dua wanita itu telah menodai hukum Islam. Hal itu juga tidak mencerminkan keadilan dan toleransi dalam Islam.

“Hukuman cambuk tidak memperlihatkan Islam yang penuh kasih sayang dan pengampunan. Sangat penting menunjukkan kepada semuanya bahwa Islam bukanlah agama kejam dan suka mempermalukan orang,” tegas Mahathir.

Sebelumnya diberitakan bahwa ada dua muslimah lesbian berusia 22 dan 32 tahun yang ditangkap oleh polisi Syariah April lalu karena diketahui akan berhubungan seks dalam sebuah mobil.

Kedua perempuan itu dihukum cambuk di depan lebih dari 100 orang di pengadilan syariah Senin lalu. Salah satu dari perempuan itu menangis setelah mengakui kesalahannya. [frh]

 

 

Sumber : Merdeka.com

Most Popular

Recent Comments