Menristek Dorong Lembaga Eijkman dan LPNK Temukan Vaksin Covid-19

0
22

Jakarta, Harmoni Media – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mendorong Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK) di lingkungan Kemenristek/BRIN untuk membuat time frame atau perencanaan waktu dalam pencegahan dan penanganan pernyakit coronavirus 2019 atau _coronavirus disease 2019 (Covid-19). Suplemen penguat daya tahan pasien Covid-19 serta obat terhadap gejala dan vaksin Covid-19 ditargetkan menjadi hasil dari kerja sama riset tersebut.

“Pertama harus putuskan dulu apa yang harus dikerjakan dan bagaimana time frame (perencanaan waktunya). Maksud saya time frame itu ada yang jangka pendek, quick win yang harus segera dilakukan. Ada jangka yang mungkin lebih panjang. Misalkan obat harus melalui uji klinis, tidak mungkin waktunya cepat apalagi vaksin. Saya tidak tahu apakah vaksin bisa cepat, tergantung apakah virus Covid-19 sudah bisa diisolasi atau belum. Kita bisa fokus pada bagaimana memperkuat daya tahan tubuh, apakah dalam bentuk suplemen, apakah dalam bentuk obat bebas,” ungkap Menteri Bambang  dalam siaran persnya saat Focus Group Discussion Kesiapsiagaan dan Langkah Strategis Dukungan Riset dan Inovasi dalam Menghadapi Coronavirus Disease (Covid-19) di Ruang Komisi I Lantai 3 Gedung BPPT II, Jakarta pekan lalu.

Menteri Bambang mengungkapkan suplemen dapat menjadi harapan bertahan hidup bagi pasien yang sudah positif terinfeksi Covid-19 sehingga riset jangka pendek dapat difokuskan untuk menemukan suplemen penguat daya tahan tubuh terhadap gejala mematikan yang ditimbulkan Covid-19.

“Apa yang bisa Kemenristek/BRIN berikan, menurut saya salah satunya dalam jangka pendek mungkin ada suplemen yang paling tidak memperkuat daya tahan tubuh kalaupun terkena. Sebelum kesini tadi saya baca, ada yang terinfeksi tapi kondisinya baik-baik saja karena daya tahan tubuhnya kebetulan kuat. Kita tidak bicara bahwa terinfeksi itu tidak apa-apa tapi yang paling penting kita bicara nyawa manusia yang salah satunya kita jaga dengan memperkuat daya tahan tubuh,” ungkap Menristek.

Mencari Vaksin Virus Corona (Covid-19) Untuk Pencegahan

Setelah suplemen ditemukan, target berikutnya adalah mencari vaksin untuk pencegahan Covid-19 bagi masyarakat yang belum terinfeksi coronavirus tersebut.

“Kemudian tentunya yang tidak kalah penting sebagaimana kita di masa lalu menghadapi penyakit seperti cacar, difteri, bahkan penyakit perut zaman saya SD: kolera, disentri, segala macam solusinya adalah vaksin,” ungkap Bambang Brodjonegoro.

Menristek/Kepala BRIN mengungkapkan perlu miracle atau mukjizat saat ini untuk dapat menemukan suplemen penguat daya tahan terhadap gejala Covid-19, namun LBM Eijkman dan LPNK dalam lingkungan Kemenristek/BRIN dapat berupaya mencari keajaiban tersebut.

“Orang berharap ada miracle dan miracle itu tidak ditunggu, oh nanti datangnya tahun depan. Kalau itu bukan miracle . Itu namanya jadwal. Lebih baik kita coba tidak harus sepenuhnya miracle , tapi kita coba dengan daya upaya kita, kita ingin agar ada paling tidak solusi. Kalau sekarang kita di goa belum melihat setitik cahaya di ujung, kita belum tahu ini sudah ujungnya atau belum, paling tidak tugas kita di sini memberikan setitik cahaya tadi meskipun setitik cahaya tadi adalah suplemen yang bisa membuat daya tahan tubuh terutama orang-orang yang rentan terhadap dampak yang lebih serius dari Covid-19 ini bisa terlindungi,” ungkap Menteri Bambang.

Hasil Diagnosis, Menteri Bambang dan Istri Negatif Covid-19

Semantara itu, Menristek Bambang beserta istri juga telah menjalani diagnosis coronavirus disease 2019 atau Covid-19 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto pada Minggu, 15 Maret 2020 lalu. Hasil diagnosis lengkap tersebut sudah diberikan oleh RSPAD Gatot Soebroto kepada Menristek, yang menyatakan bahwa hasil tes laboratorium untuk darah dan rontgen paru-paru dari Menteri Bambang Brodjonegoro maupun istrinya, Irina Justina Zega menunjukkan diagnosis negatif dari infeksi Covid-19.

“Berdasarkan hasil tes, alhamdulillah kami dinyatakan negatif,” ungkap Menteri Bambang dalam Siaran Persnya, setelah menerima hasil rangkaian diagnosis Covid-19 di kediamannya pada Senin (23/3).

Sejak Presiden Joko Widodo (jokowi) memerintahkan masyarakat untuk bekerja di rumah atau Work From Home (WFH) pada Senin 16 Maret 2020 lalu, Bambang Brodjonegoro tetap melaksanakan pekerjaan sebagai Menristek/Kepala BRIN dari kediamannya. Meski dilaksanakan melalui conference call, berbagai rapat dan kegiatan yang dipimpinnya tetap berjalan secara efektif dan produktif.

Menristek/Kepala BRIN juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada para tenaga medis yang merawat pasien Covid-19 serta para peneliti yang terus mencari suplemen dan obat untuk meningkatkan daya tahan pasien dan mengobati pneumonia dan gejala Covid-19 lainnya.

Menteri Bambang mendorong masyarakat dan seluruh pegawai Kemenristek/BRIN untuk tidak keluar rumah dan melakukan pekerjaan dan aktivitas dari dalam rumah dalam rangka mengurangi penyebaran Covid-19.(idj)

Foto : Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro. (ist)