‘Mental Perang Dingin’ AS terhadap China dan Rusia

0
177

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat Jumat lalu merilis Tinjauan Postur Nuklir (NPR), dokumen yang akan menjadi dasar strategi nuklir dari pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memodernisasi kemampuan tempur nuklir darat, udara, dan laut yang dikenal dengan istilah Nuclear TRIAD.

Dalam pidato kenegaraannya di depan Kongres pekan lalu, Trump berjanji akan memodernisasi armada tempur nuklir AS untuk memperkuat posisi mereka terhadap dua negara kuat, China dan Rusia.

“Sebagai bagian dari pertahanan, kita harus memodernisasi dan membangun armada nuklir, tapi semoga saja kita tidak harus menggunakannya. Ini bakal memperkuat dan mencegah segala jenis serangan dari negara lain,” ujar Trump, seperti dilansir laman Sputnik News, pekan lalu.

Trump mengatakan ide perlucutan nuklir secara global adalah konsep yang bagus, tapi dunia belum siap.

“Mungkin suatu hari nanti akan ada saatnya ketika negara-negara di dunia bisa bersama-sama memusnahkan senjata nuklir, tapi sayangnya kita belum sampai ke sana,” kata dia.

                     Xi Jinping sambut Donald Trump di Balai Agung Rakyat REUTERS

Pada Oktober lalu Badan Anggaran Kongres memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk Nuclear TRIAD ini mencapai USD 1,2 triliun dalam jangka waktu 30 tahun.

Dalam pidato pertamanya soal strategi keamanan nasional di Gedung Putih Desember lalu Trump juga mengatakan Rusia dan China adalah pesaing utama AS sebagai kekuatan di dunia.

“Suka atau tidak, kita terlibat dalam persaingan era baru,” kata Trump, seperti dilansir laman News.com.au, Selasa (19/12).

“Kita juga menghadapi persaingan militer, ekonomi, politik yang terjadi di seantero dunia. Kita juga berhadapan dengan pesaing kuat, Rusia dan China, yang ingin menantang pengaruh, peran, dan kekayaan Amerika,” kata Trump.

Menanggapi rencana besar AS dalam proyek senjata nuklir ini, Rusia menilai Washington hanya menjadikan negara mereka sebagai dalih untuk membangun armada nuklir sedangkan tujuan sebenarnya di balik langkah ini adalah menggelontorkan dana besar-besaran bagi sektor militer.

“Masalahnya adalah Amerika lagi-lagi memakai Rusia sebagai ‘hantu’ untuk membenarkan peningkatan anggaran militer dan pembangunan senjata nuklir,” kata Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov menanggapi rilis NPR, seperti dikutip laman Russia Today, Sabtu (3/2).

Dokumen NPR menyatakan armada nuklir AS akan digunakan untuk merespons ancaman nuklir, dengan menyebut Rusia bersama China sebagai tantangan utama AS, termasuk Korea Utara dan Iran.

China, senada dengan Rusia, mengkirtik laporan pemerintah AS soal NPR itu dengan meminta AS untuk menghapus ‘mental Perang Dingin’.

Dalam laporan NPR sepanjang 74 halaman itu Amerika menyebut China sebagai tantangan utama kepentingan AS di Asia.

China dan Rusia, kata laporan NPR, telah menambah kemampuan nuklir militer mereka dan semakin terlibat dalam kegiatan di luar angkasa dan di dunia maya.

Kementerian Pertahanan China kemarin menanggapi laporan NPR dengan menyebutnya hanya ‘spekulasi yang lancang’.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China Ren Guoqiang mengatakan AS seharusnya memandang tujuan strategis China dengan benar dan menilai strategi pertahanan nasional mereka dengan cara yang objektif.

“Kami harap AS akan meninggalkan ‘mental Perang Dingin’ mereka dan memahami dengan benar dan menilai secara adil tujuan strategis serta pembangunan militer China,” kata Ren, seperti dikutip kantor berita Xinhua. [pan]

 

Sumber : https://www.merdeka.com/dunia/mental-perang-dingin-as-terhadap-china-dan-rusia.html

Comments

comments