Tuesday, November 30, 2021
Home Nasional Meski Telegram Telat Merespons, Pemerintah Akhirnya Cari Solusi untuk Buka Blokir

Meski Telegram Telat Merespons, Pemerintah Akhirnya Cari Solusi untuk Buka Blokir

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan bahwa langkah pemerintah memblokir Telegram merupakan imbas dari minimnya respons dari pihak Telegram atas permintaan penutupan kanal atau saluran mengandung konten radikal oleh pemerintah Indonesia.

CEO Telegram, Pavel Durov, pun telah mengirimkan surat permintaan maafnya. Ia mengakui bahwa pihaknya kurang menyadari bahwa Indonesia melalui Kemkominfo telah menyampaikan surat permintaan penutupan kanal tersebut hingga berkali-kali sejak tahun lalu.

Sementara itu, Rudiantara juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sama sekali tidak berniat memblokir dan membatasi penggunaan sosial media, asalkan sosial media tersebut digunakan dengan benar dan bijak.

“Pemerintah tidak pernah ingin memblokir sosial media apa pun, asalkan kita tidak menggunakannya untuk hal-hal atau memuat konten-konten negatif. Kita harus lihat koridor,” kata Rudiantara, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/7).

Rudiantara juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Telegram sedang berusaha membuka kembali akses Telegram dengan catatan konten-konten negatif nantinya dapat disaring, dengan cara memperbaiki Standard Operation Procedure (SOP) terlebih dahulu.

“Kalau sudah ada contact person-nya kan gampang nanti urus SOP. Kami sedang siapkan dan mengatur SOP nya. Nanti bisa dengan skrip, jadi nanti ada peringatan tentang konten negatif, apakah nanti diberikan warning atau pemblokiran,” ujarnya.

 

Sumber : Meski Telegram Telat Merespons, Pemerintah Akhirnya Cari Solusi untuk Buka Blokir
Meski Telegram Telat Merespons, Pemerintah Akhirnya Cari Solusi untuk Buka Blokir
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments